Pembajakan di Perairan Asia Semakin Meningkat

Gambar: Republika

Berita Baru, Internasional — Peristiwa perompakan dan perampokan bersenjata terhadap kapal-kapal di perairan Asia pada paruh pertama 2020 melonjak pada level tertinggi, dan itu terjadi dalam lima tahun terakhir. Bahkan, jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah yang tercatat di periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam sebuah laporan, ada sebanyak 51 insiden kejahatan perairan di wilayah tersebut pada periode Januari hingga Juni, 50 di antaranya aktual dan satu merupakan upaya. Hal itu merupakan data dari dari ReCAAP ISC, kelompok informasi pembajakan dengan 20 negara anggota, sebagian besar di Asia yang dilansir dari Time, Jumat (17/7).

Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah itu meningkat dibandingkan dengan 28 insiden yang dilaporkan saat periode yang sama tahun sebelumnya dan merupakan jumlah tertinggi sejak 114 kejahatan, tercatat dalam enam bulan pertama pada medio 2015 lalu.

Insiden kejahatan itu terjadi di Selat Singapura dan Laut China Selatan, serta perairan dari negara-negara termasuk Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Menurut data tersebut, tiga puluh satu dari 51 insiden terjadi ketika kapal berlabuh dan sisanya saat transit.

Berita Terkait :  AS Akan Cegah Kapal Grace 1 Kirim Minyak ke Syuriah

Perompakan dan perampokan bersenjata di Selat Singapura, salah satu rute maritim komersial tersibuk di dunia, meningkat dua kali lipat dari tahun lalu menjadi 16 insiden. Sedangkan pelabuhan China tidak mencatat kejadian seperti itu dalam periode yang sama berbanding tiga insiden pada tahun lalu.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan