Pasca Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Erdogan Minta Dana ke AS untuk Dukung Misi Bandara Kabul

-

Berita Baru, Nicosia – Pada hari Selasa (20/7), Presiden Tayyip Erdogan meminta Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi ‘persyaratannya’ termasuk dukungan keuangan, logistik dan diplomatik, sehingga Turki dapat menjalankan dan menjaga bandara Kabul setelah pasukan asing lainnya mundur dari Afghanistan.

Turki telah menawarkan diri untuk mengerahkan pasukannya ke bandara setelah NATO sepenuhnya menarik diri. Turki juga sudah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat selama beberapa minggu.

Namun, Taliban, yang kini menguasai wilayah saat pasukan asing pimpinan AS menarik diri, memberikan peringatan kepada Turki agar tidak melakukannya.

Berita Terkait :  Ilmuwan Menciptakan Alat “Uji Kehamilan” untuk Produsen Keju

Erdogan, yang berbicara di Siprus utara, mengakui bahwa Taliban memiliki keberatan tetapi mengatakan Turki akan tetap melaksanakan misi tersebut selama AS dan NATO memenuhi tiga persyaratan khusus Turki.

Berita Terkait :  Pangkalan Militer Asing Irak Diserang Rudal

“Jika kondisi ini dapat dipenuhi, kami berpikir untuk mengambil alih pengelolaan bandara Kabul,” katanya, menyebutkan dukungan diplomatik untuk Turki serta penyerahan fasilitas dan logistik AS di Afghanistan.

“Akan ada kesulitan keuangan dan administrasi yang serius … dan AS akan memberikan dukungan yang diperlukan ke Turki dalam hal ini juga,” tambah Erdogan, setelah menghadiri salat Iduladha.

Turki berharap misi bandara akan membantu menenangkan hubungan AS yang tegang di beberapa bidang termasuk pembelian pertahanan rudal S-400 Rusia.

Berita Terkait :  WhatsApp Beriklan Masif Di Koran Agar Penggunanya Tidak Pergi

Sebelum berangkat ke Siprus pada hari Senin, Erdogan mengatakan Taliban harus “mengakhiri pendudukan”. Dan pada hari Selasa, Erdogan mengatakan pembicaraan Turki-Taliban akan membahas berbagai masalah dan harus lebih nyaman daripada pembicaraan AS-Taliban sebelumnya.

Berita Terkait :  Kehadiran Pasukan AS di Irak, Disambut Iran dengan Rudal Katyusha

Sebagai bagian dari kunjungannya, Erdogan mengungkapkan rencana untuk membangun kompleks pemerintahan baru untuk Siprus Turki sebagai bagian dari rencana dua negara yang ditentang oleh Uni Eropa, Yunani dan pemerintah Siprus Yunani yang diakui secara internasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Esper: Puluhan Ribu Tentara AS Pindah Ke Timur Untuk Menghalangi Rusia

TERBARU