Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Norwegia
(Foto: Reuters)

Nilai Tukar NOK Terjun Bebas, Norwegia Kehilangan 23% Kekayaan Minyaknya

Berita Baru, Internasional – Para ahli minyak mengatakan bahwa Dana Minyak Norwegia (Norway’s Oil Fund) telah menurun nilainya sebesar 23 persen sejak awal tahun 2020. Ini merupakan “penurunan terbesar” dalam sejarah selama beberapa dekade berlangsung.

Hal ini seperti yang diberitakan oleh kantor berita NRK, bahwa Dana Minyak Norwegia telah mengalami penurunan yang serius di tengah anjloknya harga minyak dan penurunan yang berkelanjutan dari nilai NOK.

Nordea Robert Næss selaku direktur investasi mengatakan kepada NRK bahwa, “Jarang terjadi peristiwa yang menakutkan seperti ini. Pada kenyataannya, kami telah kehilangan lebih dari seperlima dari kekayaan minyak kami.”

Menurut perhitungan Næss, meskipun nilai IMF terhadap Krona Norwegia telah meningkat sebesar 3 persen sejak awal tahun 2020, akan tetapi kenyataannya sangat berlawanan ketika yang dijadikan ukuran adalah dolar AS atau euro.

Pada akhir tahun 2019, Dana Minyak bernilai sekitar 1.149 miliar dolar. Tapi sekarang, nilainya hanya sekitar 882 miliar dolar, ada penurunan 23 persen. Jatuhnya sangat drastis.

“Kami belum pernah melihat penurunan sebesar ini di pasar saham global, hampir seperempatnya. Rasio ekuitas juga sangat tinggi. Ini juga yang membuat peristiwa ini menjadi kuartal terlemah untuk Dana Minyak,” ujar Næss.

Jan Ludvig Andreassen selaku kepala ekonom Eika Gruppen setuju dengan perkiraan ini. Menurutnya, nilai Dana Minyak telah turun menjadi sekitar 800 miliar dolar. Bukan 1.149 miliar dolar lagi.

“Secara absolut, ini adalah penurunan terbesar dalam nilai Dana Minyak yang pernah ada,” ujar Andreassen.

Øystein Olsen selaku Gubernur Bank Sentral dan ketua Dana Minyak mengakui bahwa sebagian besar penurunan ini disebabkan oleh pelemahan nilai NOK. Sejak 1 Januari 2020, nilai NOK telah runtuh karena harga minyak internasional terjun bebas.

Turunnya harga minyak telah dikaitkan dengan guncangan penawaran dan permintaan yang terjadi. Pada saat yang sama, juga terjadi pandemi virus korona. Lalu kegagalan OPEC+ untuk menyepakati pengurangan produksi, yang umumnya digambarkan orang-orang sebagai “perang harga.”

Dana Minyak atau dalam nama resminya adalah Dana Pensiun Pemerintah Norwegia (Government Pension Fund Global), didirikan pada tahun 1990 untuk menyalurkan pendapatan surplus dari sektor minyak bumi.

Dana Minyak terdiri dari dua dana kekayaan negara yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah Norwegia: pertama, pihaknya memiliki saham di 9.000 perseroan terbatas; kedua, pihaknya memiliki investasi besar dalam utang pemerintah, utang perusahaan, dan properti di luar negeri.


SumberSputnik News

Template Ads