Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

surplus perdagangan

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$0,87 Miliar



Berita Baru, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indonesia mencatatkan surplus pada neraca perdagangan sebesar US$0,87 miliar pada bulan Februari 2024. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar, menyampaikan bahwa meskipun terjadi penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, surplus ini sebagian besar berasal dari sektor nonmigas.

“Surplus neraca perdagangan Indonesia Februari 2024 terutama berasal dari sektor nonmigas US$2,63 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,76 miliar,” kata Amalia dalam paparan bulanan, Jumat (15/3/2024).

Amalia menjelaskan bahwa nilai ekspor nasional pada bulan yang sama mengalami penurunan, terutama pada ekspor migas. Ekspor Indonesia turun menjadi US$19,31 miliar atau 5,79% (month-to-month/mtm) dibandingkan Januari 2024.

“Ekspor migas tercatat US$1,22 miliar atau turun 12,93%, dan nilai ekspor nonmigas turun 5,72% menjadi US$18.09 miliar,” jelas Amalia dalam Rilis BPS.

Dia juga menyoroti penurunan ekspor nonmigas, terutama pada komoditas besi dan baja HS 72, lemak dan minyak hewani nabati HS15, serta logam mulia dan perhiasan permata HS 71.

Penurunan tersebut, menurut Amalia, juga terlihat pada nilai ekspor nonmigas yang didorong oleh penurunan ekspor gas. “Kontraksi ini di dorong oleh penurunan ekspor nonmigas, terutama pada lemak dan minyak hewan nabati HS15, bahan bakar mineral HS27, dan besi baja HS72,” tambahnya.

Meskipun begitu, pada periode yang sama, nilai impor Indonesia pada Februari 2024 mengalami penurunan 0,29% dibandingkan Januari 2024.