Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

NASA: Satelit Ilmiah Amerika Akan Jatuh Ke Bumi Beberapa Hari Mendatang

NASA: Satelit Ilmiah Amerika Akan Jatuh Ke Bumi Beberapa Hari Mendatang



Berita Baru, Internasional – Satelit ilmiah Amerika akan jatuh ke Bumi dalam beberapa hari mendatang, menurut NASA, yang merinci perangkat itu dinonaktifkan pada 2018 karena masalah transmisi data. Risiko komponen apa pun mengenai seseorang di Bumi diperkirakan 1 banding 2.467 peluang.

Seperti dilansir dari Sputnik News, NASA telah mengeluarkan peringatan bahwa satelit tua Amerika – Reuven Ramaty High Energy Solar Spectroscopic Imager (RHESSI) – akan jatuh ke Bumi setelah menghabiskan lebih dari 20 tahun di orbit.

Perangkat ilmiah yang dinonaktifkan, dirancang untuk mempelajari semburan matahari dan semburan massa koronal dari korona matahari, adalah penyelidikan ilmiah pertama yang menggunakan spektrometer untuk mempelajari semburan matahari dalam rentang sinar-X dan sinar gamma. Perangkat itu sendiri diluncurkan pada tahun 2002.

Selama misinya, perangkat tersebut mengamati lebih dari 100.000 peristiwa berbeda di Matahari dalam rentang sinar-X, memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana dan di mana partikel bermuatan dipercepat dalam suar.

Perangkat itu juga bertanggung jawab untuk membuat penemuan yang tidak terkait dengan suar, seperti mengklarifikasi bentuk Matahari dan membuktikan bahwa semburan sinar gamma terestrial lebih sering terjadi selama badai petir daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Insinyur NASA menutup pesawat ruang angkasa seberat 300 kilogram pada 2018 karena masalah transmisi data. Badan tersebut memperkirakan RHESSI akan memasuki atmosfer Bumi pada 19 April. Meskipun sebagian besar kendaraan diperkirakan akan terbakar saat bergerak melalui atmosfer, beberapa bagian mungkin masih ada. Namun, risiko mereka mengenai seseorang di Bumi rendah, 1 dari 2.467.

Meskipun satelit RHESSI berisiko rendah menyebabkan kerusakan akibat tumbukan, penting untuk dicatat bahwa ada masalah yang berkembang dari puing-puing luar angkasa di ruang dekat Bumi, yang dapat menimbulkan ancaman signifikan terhadap eksplorasi ruang angkasa.

Saat ini, sekitar 25.000 fragmen terlacak di orbit, tetapi masih banyak lagi yang tidak terlihat oleh peralatan pelacak. Badan Antariksa Eropa memperkirakan bahwa sekitar 1 juta objek berukuran antara 1 dan 10 sentimeter saat ini bergerak mengelilingi planet ini, dengan sekitar 130 juta fragmen dari 1 milimeter hingga 1 sentimeter di Bumi.

Bahkan pecahan kecil pun dapat merusak satelit atau pesawat ruang angkasa, mengingat kecepatan pergerakannya. Dengan demikian, masalah sampah antariksa perlu diatasi sebelum menjadi terlalu parah untuk melanjutkan penjelajahan antariksa.