Berita

 Network

 Partner

Meski Kasus Aktif DKI Turun, Anies Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Selesai

Meski Kasus Aktif DKI Turun, Anies Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Selesai

Berita Baru, Jakarta – DKI Jakarta mencatatkan kasus aktif sebanyak 19.737 kasus hingga Jumat, 30 Juli 2021. Angka ini lebih rendah dibandingkan kasus aktif Jawa Barat 126.732 kasus, Jawa Tengah 57.159 kasus, dan Jawa Timur 56.990 kasus.

Adapun dari segi kasus aktif/jumlah pasien, tingkat kematian, hingga positivity rate, seluruhnya menunjukkan tren penurunan. Saat ini positivity rate di Jakarta di level 15 persen dan tingkat keterisian tempat tidur 70 persen.

Meskipun demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum selesai. Ia menyebut DKI masih mencatatkan 3.000 kasus per hari.

“Saya ingatkan juga, hati-hati. Ini belum selesai. Kita belum menang, meski kasus aktif sudah jauh turun dari awal tapi masih tinggi, masih ada 3.000 kasus baru setiap hari walaupun yang sembuh jauh lebih banyak,” kata Anies dalam keterangan video yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Berita Terkait :  Pemprov DKI Raih Predikat Terinovatif di Penghargaan IGA 2020

Anies menambahkan, bahwa positivity rate di Jakarta masih di level 15 persen per hari. Artinya angka ini masih tinggi dikarenakan idealnya di angka 5 persen. Sementara itu, meski IGD telah terurai, namun ICU masih cukup padat. 

“Karena itu jangan kasih kendor. Jangan lengah. Jangan sampai momentum perbaikan ini berbalik karena kita buru-buru merasa senang, buru-buru merasa berhasil, lalu kita mulai berkegiatan bebas. Terus kurangi mobilitas, terus jaga protokol kesehatan dengan ketat, harus sampai tuntas,” ujar Anies.

Adapun Jakarta pernah mengalami situasi wabah paling buruk pada awal dan pertengahan Juli 2021. Ketika itu jumlah kasus aktif Covid-19 sempat mencapai 113.000 orang sehari dengan positivity rate 45 persen.

Berita Terkait :  Pelatihan Periklanan Kreatif, PPPI: Pelaku Usaha Wajib Berinovasi

Pada saat itu, hampir 500 orang dimakamkan dengan protokol Covid-19 per harinya. Sekitar 75 di antaranya meninggal di luar fasilitas kesehatan, baik saat menjalani isolasi mandiri atau dalam upaya mencari pertolongan medis. 

Anies menyebutkan, jumlah pemakaman dengan menggunakan protokol Covid-19 kini  jauh berkurang dari 300-400 orang per hari, menjadi 150-200 orang per hari. Kasus meninggal dunia saat isolasi mandiri (isoman) pun berkurang menjadi 5 kasus per hari.

“Ini semua hasil usaha begitu banyak pihak, termasuk masyarakat yang mengurangi mobilitas, serta menjaga protokol kesehatan ketat selama masa PPKM darurat,” pungkas Anies.