Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahfud MD Geram Satria-1 Dikaitkan dengan Kasus Korupsi BTS
Menko Polhukam sekaligus Plt Menteri Komunikasi dan Informatika Mahfud MD didampingi Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong saat konferensi pers di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (22/5) siang. (Foto: Istimewa)

Mahfud MD Geram Satria-1 Dikaitkan dengan Kasus Korupsi BTS



Berita Baru, Jakarta – Satelit Republik Indonesia (Satria-1) akhirnya sukses mengangkasa menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX di Cape Canaveral Space Launch Complex, yang meluncur pada Senin (19/6) pukul 05.21 WIB atau Minggu (18/6) pukul 18.21 waktu Florida,

Namun demikian, terdapat berbagai pihak yang mengaitkan kasus korupsi BTS 4G dengan proyek strategis nasional itu. Merespon isu tersebut, Plt. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Mahfud MD dengan tegas membantahnya.

“Saya ingin membantah pendapat yang mengatakan Satria-1 atau Satelit Republik Indonesia tidak ada gunanya, karena jaringan di Bumi itu tidak bisa tersedia terhubung, dengan adanya kasus BTS 4G yang sekarang ditangani Kejaksaan Agung,” kata Mahfud MD, Senin (19/6).

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini tengah mengusut kasus korupsi BTS 4G yang menyeret Menkominfo Johnny G Plate hingga Dirut Bakti Kominfo Achmad Anang Latif.

Kasus ini bermula saat pemerintah berencana memperluas jaringan internet di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui pembangunan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Bakti Kominfo Tahun 2020-2022.

Proyek tersebut seharusnya sudah selesai pada Desember 2021, namun akhirnya diundur hingga Maret 2022. Dari anggaran Rp 10 triliun, yang dilaporkan hanya sekitar Rp 2 triliun.

Meski satelit Satria-1 dan proyek BTS 4G sama-sama dikerjakan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Bakti Kominfo, Menkominfo Mahfud MD menegaskan kembali kasus dugaan korupsi BTS 4G itu tidak ada kaitannya.

“Sekali lagi saya tegaskan ini tidak ada hubungannya dengan kasus BTS 4G, karena ini proyek tersendiri untuk memberikan layanan publik di 3T, terutama untuk sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah, pos-pos Polri dan TNI di daerah terpencil,” tuturnya.

Diketahui, Satelit Satria-1 merupakan proyek strategis nasional seperti tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Wahana antariksa itu dimanfaatkan untuk pemerataan akses internet dengan target dapat menyediakan layanan di 50 ribu titik di seluruh Indonesia.