Langkah Baru Italia Menghadapi Virus Korona

Virus Korona Italia
(Foto: Reuters)

Berita Baru, Internasional – Di Eropa, Italia merupakan negara paling terpukul oleh pandemi virus korona. Korban tewas di Italia telah melebihi 10.000 orang. Pemerintah Italia mengkonfirmasi 889 kematian baru akibat virus korona selama 24 jam terakhir.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte selama konferensi pers pada hari Sabtu (28/3) mengumumkan bahwa ia telah menyetujui serangkaian tindakan baru. Tujuannya untuk mendukung mereka yang paling terkena dampak pandemi virus korona, termasuk penyediaan voucher belanja dan paket makanan.

Conte mengatakan, pemerintah Italia akan segera memberi bantuan sebesar 4,3 miliar Euro (USD 4,79 miliar) untuk memenuhi kebutuhan warga Italia. Conte juga mengatakan bahwa akan ada 400 juta Euro lagi yang siap digunakan untuk mendanai “orang-orang yang tidak memiliki uang untuk berbelanja.”

Awal bulan ini, pemerintah Italia mengalokasikan paket stimulus 25 miliar Euro untuk memperlambat wabah virus korona. Serta menjanjikan bantuan lagi dengan jumlah yang sama pada bulan April.

Di sisi lain, di hadapan konferensi pers, Roberto Gualtieri selaku Menteri Ekonomi dan Keuangan Italia mengecam Ursula von der Leyen selaku presiden Komisi Eropa. Kecaman Gualtieri itu muncul karena kelihatannya Ursula mengabaikan kebutuhan untuk penerbitan hutang bersama oleh negara-negara Uni Eropa.

Berita Terkait :  Update COVID-19 ASEAN: Indonesia Tertinggi

“Kata-kata presiden komisi itu adalah kesalahan dan saya menyesal dia mengatakan,” ujar Gualtieri mengutip Reuters. Gualtieri juga menambahkan bahwa Eropa akan membutuhkan “Marshall Plan yang hebat” untukmengembalikan perekonomiannya setelah selesainya pandemi virus korona.

Hingga Sabtu (28/3), Kementerian Kesehatan Italia telah mengkonfirmasi 92.472 kasus COVID-19 di Italia dengan jumlah kematian 10.023 orang.


SumberSputnik News
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan