Komisi II DPRD Gresik Ajak Petani Gunakan Pupuk Organik

    Berita Baru, Gresik – Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, M Syahrul Munir mengajak para petani menggunakan pupuk organik sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Sebab, banyak daerah yang telah sukses menggunakan cara tersebut.

    Di sisi lain, upaya itu sangat penting dilakukan agar para petani tidak terlalu bergantung dalam penggunaan pupuk kimia. Apalagi,ternyata di Desa Wadeng Kecamatan Sidayu banyak pelaku usaha pembuatan pupuk organik.

    Menurut Syahrul, selama ini petani sangat menggantungkan pupuk kimia subsidi yang alokasinya diatur oleh Kementrian Pertanian RI. Ironinya, alokasi untuk Gresik maksimal hanya 70 persen dari kebutuhan petani.

    “Meskipun pabrik pupuk milik negara ada di Gresik namun tetap alokasi pupuk subsidi kurang. Ini adalah pahit. Faktanya petani kurang alokasi pupuk bersubsidi,” kata Syahrul usai kegiatan penyerapan aspirasi dari masyarakat (Reses) di Desa Randuboto Kecamatan Sidayu pada Jumat (2/4) petang.

    Politisi PKB ini mengungkapkan, di Desa Wadeng banyak produsen pupuk organik berskala kecil dan menengah. Pupuk yang diproduksi ini ternyata memiliki banyak manfaat.

    “Wacana pupuk organik harus dimaksimalkan ini terus kita perjuangkan. Pemerintah daerah harus ikut melakukan pendampingan, bagaimana pun yang bekerja di usaha pupuk itu juga warga kita,” tendas dia.

    Anggota dewan termuda ini juga meminta dinas terkait melakukan pendampingan. Misalnya, membuat demplot atau lahan pertanian percontohan dengan memakai pupuk organik.

    “Sehingga nanti outputnya, petani mau memggunakan pupuk organik ini. Penggunaan pupuk ini harus kita wacanakan agar petani juga tidak ketergantungan dengan pupuk kimia,” tutupnya.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini