Berita

 Network

 Partner

Kementerian ESDM Rencanakan Bangun Surya Park di Indonesia Timur

Kementerian ESDM Rencanakan Bangun Surya Park di Indonesia Timur

Berita Baru, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengembangkan taman panel surya atau surya park di wilayah Indonesia Timur.

Rencana tersebut sebagai tindak lanjut guna mencapai target peningkatan kapasitas PLTS mencapai 17.687 Mega Watt (MW) pada 2035.

Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan konsep pembangunan solar park merupakan bagian dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di lahan yang luas.

“Kami merencanakan bangun solar park, seperti yang ada di Abu Dhabi [Uni Emirat Arab], Portugal, dan Arab Saudi. Satu hamparan besar isinya solar panel saja,” kata Dadan dalam siaran pers, Sabtu (16/1).

Berita Terkait :  Ditjen KSDAE KLHK Jelaskan Kronologi Kebakaran TN Komodo

Dia menambahkan nantinya lokasi pengembangan solar park dipusatkan di Indonesia Timur dengan memanfaatkan wilayah-wilayah yang kering, memiliki radiasi sinar matahari yang bagus, dan cerah hujan rendah.

“Makin ke timur, khususnya di daerah-daerah yang kering, sinar matahari bagus, jarang hujan,” ujarnya.

Rencana pengembangan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengembangkan PLTS secara massif. Kementerian ESDM mencanangkan target peningkatan kapasitas PLTS mencapai 17.687 Mega Watt (MW) pada 2035.

Baca Juga : Pembangunan Baru 5,86 Persen, Realisasi Smelter Freeport di Bawah Target

Pengembangan PLTS secara masif didorong lantaran saat ini harga keekonomian PLTS sudah sangat kompetitif dan mampu bersaing dengan pembangkit fosil seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Berita Terkait :  Akibat Corona, Harga Batubara Naik Menjadi USD67,08

“Sudah bisa bersaing. Memang kalau PLTU bisa sebagai baseload, PLTS hanya pada saat mataharinya ada. Bagaimana mencapainya? Ini kombinasi antara kesiapan dan pendapatan keekonomian yang baik, aspek teknis juga, supaya PLN tidak kesulitan menerima PLTS skala besar,” kata Dadan.