Kementerian ESDM; 2025 Penggunaan EBT Capai 23%

Berita Baru, Jakarta – Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi, mengemukakan bahwa pemanfaatan sumber daya energy saat ini masih didominasi oleh energi fosil, seperti minyak bumi, gas alam, serta mineral dan batu bara.

“Di sisi lain kita punya potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat besar tapi belum  dikelola  secara baik,” kata Agung Pribadi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan pada Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Clove Garden Hotel, Bandung, Jabar, Rabu (27/11) hingga Jumat (29/11).

Menurut Agung, hingga saat ini pembangkit yang dimiliki sekitar 65,8 ribu MW yang menggunakan EBT baru mencapai 9.000an MW atau sekitar 13-14 persen. Pemerintah berharap pada tahun 2025 nanti, penggunaan EBT bisa mencapai sekitar 23 persen sebagaimana amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Kementerian ESDM, lanjut Agung, telah melakukan beberapa upata untuk mendorong pengembangan energi terbarukan dan mempercepat transisi energi.

“Melalui pengembangan Program Mandatori B30, pembagian lebih dari 300 ribu Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), pembangunan lebih dari 26 ribu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, peerbitan Peraturan Menteri ESDM tentang PLS Atap, serta penyusunan Road Map EBT,” lanjutnya.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Helmi Hafid mengatakan, Bakohumas sebagai Government Public Relations (GPR) harus menginformasikan keunggulan EBT kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat dapat terliterasi dan terbangun product image EBT yang positif.[HEN/ES]

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini