Kemendag Tingkatkan Peran JLPPI Dalam Perlindungan Konsumen

Berita Baru, Jakarta – Pemerintah akan memperkuat peran laboratorium pengujian pangan guna mendukung peningkatan perlindungan konsumen dan kualitas produk pangan. Untuk itu, Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI) harus menjadi garda terdepan dalam menjamin keamanan dan mutu produk sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono menyatakan, salah satu akibat globalisasi perdagangan adalah peningkatan aliran perdagangan barang dan jasa impor ke dalam negeri.

“Kami yakin JLPPI dapat mengambil peran besar dalam mengatasi permasalahan tersebut,” ujar Veri dalam Seminar JLPPI di Jakarta, Senin, (18/11).

Menurut Veri, penyelenggaraan Seminar JLPPI ini merupakan salah satu upaya memperkuat peran laboratorium pengujian pangan dalam mendukung peningkatan perlindungan konsumen dan kualitas produk pangan di tengah arus globalisasi.

“Tren perdagangan pangan global saat ini sangat diwarnai peningkatan regulasi isu keamanan, kesehatan, dan keselamatan konsumen. Keadaan ini antara lain diindikasikan banyaknya notifikasi yang diterima Indonesia untuk produk pangan yang diekspor ke negara maju seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat,” jelasnya.

Sementara dalam US Food and Drug Administration (USFDA) periode 2017– 2019, terdapat 39 notifikasi. Selain itu, banyak perusahaan Indonesia yang masih masuk dalam daftar merah USFDA karena belum dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“JLPPI harus dapat mengambil peran besar menurunkan hambatan teknis ekspor produk pangan nasional. Laboratorium uji di Indonesia dapat melakukan saling pengakuan dengan laboratorium di negara tujuan ekspor. Dengan demikian tidak perlu ada pengujian ulang,” tegas Veri.

Seminar JLPPI hari ini (18/11) dihadiri 110 peserta yang berasal dari pelaku usaha dan instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Veri mengharapkan seminar ini dapat memberikan pemahaman, masukan, serta inspirasi bagi JLPPI dan bagi laboratorium pengujian pangan di Indonesia.

Para narasumber yang hadir diantaranya Wakil Codex asal Indonesia, Purwiyatno Haryanto, dan ASEAN Field Application Specialist Sciex, Tan Sinh Jowl. Seminar ini juga menghadirkan Direktur Pengamanan Perdagangan, Pradnyawati, dan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini