Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

JPMorgan PHK 20 Bankir Investasi di Asia, Akibat Perlambatan Bisnis
(FILES) In this file photo taken on April 17, 2019 the JPMorgan Chase & Co. World headquarters are pictured in New York City. – President Donald Trump’s attacks on the US Federal Reserve make financial markets cringe, but his demand for zero interest rates makes banks sweat. As the Fed reverses course and is poised to cut the benchmark lending rate a second time on Wednesday, large US banks have signaled they expect a bigger hit to their bottom line. Banks including JPMorgan Chase and Wells Fargo last week trimmed their 2019 forecasts for profits tied to interest rates as central banks around the world loosen monetary policy in response to a weakening global growth outlook. (Photo by Johannes EISELE / AFP)

JPMorgan PHK 20 Bankir Investasi di Asia, Akibat Perlambatan Bisnis



Berita Baru, Jakarta – JPMorgan Chase & Co, bank asal Amerika Serikat, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 20 bankir investasi di Asia. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap perlambatan bisnis yang terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Menurut laporan Reuters yang dipublikasikan pada Rabu (21/6/2023) lalu, seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa para bankir yang terkena dampak telah diberitahu pada Selasa lalu.

Mayoritas dari bankir-bankir tersebut berada pada peringkat junior, mulai dari analis hingga direktur eksekutif. Mereka biasanya bertanggung jawab dalam menangani sektor konsumen, sektor perawatan kesehatan, dan pasar modal swasta.

Meskipun juru bicara bank tersebut menolak memberikan komentar, laporan Bloomberg sebelumnya telah melaporkan tentang pemotongan jumlah pegawai pada Rabu lalu.

Ini merupakan putaran kedua PHK yang dilakukan oleh JPMorgan di Asia tahun ini. Pada kuartal pertama, bank Wall Street tersebut telah memotong sekitar 20 posisi pekerjaan di bidang perbankan investasi, yang sebagian besar merupakan bankir tingkat menengah yang fokus pada kesepakatan terkait China.

Tidak hanya JPMorgan, Bank of America Corp juga memberi tahu sekitar 40 bankir di Asia pada bulan lalu untuk mencari peran baru dalam organisasi, sementara Goldman Sachs dan Citi masing-masing menghentikan lebih dari 30 dan 20 pembuat kesepakatan (deal maker).

Hal ini terjadi seiring dengan menurunnya kinerja bisnis merger dan akuisisi (M&A) di wilayah tersebut. Data awal dari Refinitiv mencatat bahwa total nilai M&A di Asia pada periode Januari hingga Juni tahun ini turun 41 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka US$362 miliar, yang merupakan yang terendah sejak tahun 2013.

Penurunan tersebut disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi yang melanda wilayah tersebut, termasuk suku bunga yang lebih tinggi, volatilitas pasar, dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.