Berita

 Network

 Partner

India Kembangkan Aplikasi Smartphone Pendeteksi COVID-19, 5 Menit Hasil Keluar

India Kembangkan Aplikasi Smartphone Pendeteksi COVID-19, 5 Menit Hasil Keluar

Berita Baru, Internasional – Pada hari Selasa (28/7), Departemen Sains dan Teknologi India mengatakan dalam rilis pers bahwa Acculi Labs sedang mengembangkan teknologi baru dalam bentuk aplikasi yang memungkinkan untuk menguji pengguna apakah positif COVID-19 dalam waktu 5 menit.

Acculi Labs merupakan start-up yang didanai pemerintah India berbasis di kota Bengaluru.
Aplikasi itu hanya akan dibuat untuk sistem operasi (OS) seluler android Lyfas.

Untuk melakukan test COVID-19, pengguna harus menempatkan jari telunjuknya di kamera belakan selama 5 menit.

Selama 5 menit itu, akan digunakan untuk ‘menangkap pulsa kapiler dan perubahan volume darah di tubuh pengguna untuk mendeteksi gejala COVID-19.

Setelah itu, aplikasi akan menjalankan 95 biomarker dengan algoritma kepemilikan dan teknik pemrosesan sinyal untuk menganalisis hasilnya.

Berita Terkait :  Inovasi Teknologi Deteksi Covid-19 dengan Ponsel Pintar

“Ia menggunakan kekuatan prosesor dan sensor smartphone untuk menangkap banyak sinyal tubuh. Sinyal yang ditangkap kemudian diproses berdasarkan prinsip Photoplethysmography (PPG), Photo Chromatography (PCG), Arterial Photoplethysmography (APPG), spirometri seluler, dan Variabilitas Denyut Nadi (PRV),” tulis rilis pers Departemen Sains dan Teknologi India.

Lyfas kemudian memberikan parameter berdasarkan kardio-respiratori, kardio-vaskular, neurologi dan beberapa pemindaian cepat lainnya yang mampu melacak perubahan patho-fisiologis dalam tubuh.

Uji klinis, proses peraturan, dan aplikasi final itu diharapkan akan selesai pada akhir September. Tujuannya adalah untuk membantu orang India memantau risiko mereka tertular virus, meskipun tidak menunjukkan gejala.

Berita Terkait :  LG Mengkonfirmasi 'Tarik Diri' dari Bisnis Ponsel

“Telah terbukti mendeteksi individu tanpa gejala dengan akurasi 92 persen, spesifisitas 90 persen, dan sensitivitas 92 persen dalam studi yang dilakukan di rumah sakit Medanta Medicity,” imbuh Departemen Sains dan Teknologi India.

Menurut Sputnik, jika berhasil, maka aplikasi ini akan menjadi aplikasi kedua yang diluncurkan pemerintah India dalam upaya untuk memantau jumlah kasus di seluruh lanskap dan populasi besar India.

Sebelumnya, pada bulan April, Perdana Menteri Narendra Modi meluncurkan aplikasi “Aarogya Setu.” Aplikasi Aarogya Setu memungkinkan pengguna menguji diri mereka sendiri dengan secara tekstual memasukkan gejala mereka.

Aplikasi Aarogya Setu kini telah tersedia dalam 12 bahasa daerah India dan ratusan juta pengguna telah mengunduh aplikasi ini di Google PlayStore.

Berita Terkait :  Ini Dia Bocoran Smartphone Terbaru Google Pixel 6 Pro

“Sementara AarogyaSetu bekerja pada pelacakan kontak di mana seseorang harus memasukkan gejala Anda, Lyfas adalah tes skrining medis yang tepat yang murni tergantung pada hasil tes,” terang Departemen Sains dan Teknologi India.

Mendapat kabar seperti itu, warganet India menyambut baik rencana pengembangan aplikasi itu. Mereka menyebut aplikasi semacam itu adalah penting, mengingat pada minggu lalu jumlah kasus COVID-19 di India telah menembus angka satu juta.