Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pasukan Ukraina terlihat setelah Rusia melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Ukraina, di sebuah pos pemeriksaan di kota Zhytomyr, Ukraina 27 Februari 2022. Foto: Reuters.
Pasukan Ukraina terlihat setelah Rusia melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Ukraina, di sebuah pos pemeriksaan di kota Zhytomyr, Ukraina 27 Februari 2022. Foto: Reuters.

Hari Kelima, Militer Rusia Mengeklaim Berhasil Kuasai Dua Kota Kecil di Ukraina

Berita Baru, Kiev – Pada hari kelima invasi, militer Rusia mengeklaim berhasil kuasai dua kota kecil di Ukraina bagian tenggara dan daerah di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir, kantor berita Interfax melaporkan pada Senin (28/2).

Tak cukup dengan melancarkan serangan terbesar di negara Eropa sejak Perang Dunia Kedua, pada Minggu (27/2), Vladimir Putin menginstruksikan milite Rusia untuk menempatkan penangkal nuklir Rusia dalam siaga tinggi.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan bahwa pada Senin (28/2) sebelum fajar, ledakan besar terdengar di ibu kota Kiev, di kota besar Kharkiv. Namun, upaya pasukan darat Rusia untuk merebut pusat kota besar mendapat perlawanan dari Ukraina.

Di satu pihak, militer Rusia sepenuhnya menguasai wilayah di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhya, kata juru bicara kementerian pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Senin.

“Angkatan bersenjata Rusia telah menguasai kota Berdyansk dan Enerhodar. Personel militer Rusia sepenuhnya menjaga dan mengendalikan daerah sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhya,” kata Konashenkov kepada wartawan, dikutip dari Sputniknews.

Pasukan Republik Rakyat Lugansk, pada gilirannya, menguasai pemukiman Khvorostyanka, Sukhanivka dan Artema, tambahnya.

Namun, di pihak lain, Ukraina membantah bahwa pembangkit nuklir itu jatuh ke tangan Rusia, menurut kantor berita Interfax.

Konashenkov juga menambahkan bahwa pesawat-pesawat tempur Rusia mendominasi wilayah udara di seluruh wilayah Ukraina.

“Penerbangan Rusia telah mendapatkan dominasi di wilayah udara di seluruh wilayah Ukraina,” kata Konashenkov.

Selama sehari terakhir, militer Rusia menghancurkan delapan kendaraan tempur Buk M-1, sistem pertahanan udara S-300 dan Buk M-1, tiga posisi radio dengan stasiun P-14, empat pesawat tempur di darat dan satu di udara, kata pejabat itu, menambahkan bahwa mereka juga telah menyerang 1.114 fasilitas infrastruktur militer Ukraina sejak awal operasi.

Ukraina mengatakan negosiasi dengan Moskow tanpa prasyarat akan diadakan di perbatasan Belarusia-Ukraina.

Kantor berita Rusia Tass mengutip sumber anonim mengatakan pembicaraan akan dimulai pada Senin (28/2) pagi.

Sementara itu, pada hari yang sama, Presiden AS Joe Biden akan mengadakan panggilan telepon dengan sekutu dan mitra untuk mengoordinasikan tanggapan bersama, kata Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Amerika Serikat mengatakan Putin meningkatkan situasi perang dengan “retorika berbahaya” terkait dengan keputusan untuk menyiagakan postur nuklir Rusia.

Langkah itu semakin mengindikasikan kepentingan Putin untuk mengepung kota-kota besar di Ukraina, negara demokratis berpenduduk sekitar 44 juta orang itu.

Pada gilirannya, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggunakan senjata nuklir.

Selama 4 hari serangan Rusia dengan rudal dan bom, PBB mengatakan hampir 400.000 warga sipil, terutama wanita dan anak-anak, telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan Rusia telah menembakkan lebih dari 350 rudal ke sasaran Ukraina sejak meluncurkan invasi pekan lalu, beberapa mengenai infrastruktur sipil.

“Tampaknya mereka mengadopsi mentalitas pengepungan, yang akan diberitahukan oleh setiap siswa taktik dan strategi militer kepada Anda, ketika Anda mengadopsi taktik pengepungan, itu meningkatkan kemungkinan kerusakan tambahan,” kata pejabat itu dengan syarat anonim kepada Reuters.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melalui telepon pada hari Minggu (27/2) bahwa 24 jam ke depan akan sangat penting bagi Ukraina, kata juru bicara Downing Street.

Sejauh ini, serangan Rusia tidak dapat mengklaim kemenangan besar. Rusia belum mengambil kota Ukraina, tidak mengontrol wilayah udara Ukraina, dan pasukannya tetap sekitar 30 km (19 mil) dari pusat kota Kyiv untuk hari kedua, imbuh pejabat itu.

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus” yang dikatakan tidak dirancang untuk menduduki wilayah tetapi untuk menghancurkan kemampuan militer tetangga selatannya dan menangkap apa yang dianggapnya sebagai nasionalis berbahaya, kata laporan Reuters.