Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gusdurian Bolsel Utus Penggerak ke Yogyakarta, Ikuti Dua Workshop

Gusdurian Bolsel Utus Penggerak ke Yogyakarta, Ikuti Dua Workshop



Berita Baru, Bolsel — Gusdurian Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mengutus dua penggerak, Nail Nupulo dan Andreas Keloay untuk mengikuti pertemuan kontributor gusdurian.net dan pengelola admin media sosial komunitas yang digelar di Kota Yogyakarta, Jawa Tengah, 1-3 Juli 2023.

Workshop yang digagas Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian tersebut menghadirkan para kontributor dan admin media sosial komunitas Gusdurian di seluruh Indonesia.

Kontributor gusdurian.net dari Gusdurian Bolsel, Andreas Keloay, mengaku begitu bersyukur pihak Seknas mengadakan pertemuan ini. Sebab, katanya, agenda ini akan lebih menguatkan kapasitas dari para penggerak di setiap daerah.

“Sebagai salah satu kontributor di gusdurian.net pertemuan ini sangat penting sekali. Terutama mendapatkan pengetahuan baru, berdiskusi, saling tukar informasi ihwal pemberitaan setiap kegiatan Gusdurian di berbagai daerah,” ujarnya.

Sebab, menurut Andreas, di era sekarang media sosial telah menjadi kebutuhan dasar manusia. Karena itu, penggerak Gusdurian mesti memanfaatkan dengan baik ruang ini untuk mengampanyekan sembilan nilai utama Gus Dur.

“Misalnya bagaimana menghasilkan berita yang menarik bagi pembaca, dan tetap memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik yang ada,” ujarnya.

Gusdurian Bolsel Utus Penggerak ke Yogyakarta, Ikuti Dua Workshop

Sementara itu, Koordinator Wilayah,(Korwil) Gusdurian Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampapua), Djemi Radji, menuturkan Seknas Jaringan Gusdurian melaksanakan tiga forum sekaligus di Yogyakarta, mulai dari temu admin komunitas, kontributor gusdurian.net hingga workshop calon fasilitator.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas penggerak komunitas Gusdurian se-Indonesia,” ujarnya.

Djemi menerangkan, para penggerak hari ini dipertemukan di Yogyakarta tentu sudah melalui mekanisme seleksi yang ketat dari pihak Seknas Jaringan Gusdurian.

“Tidak melalu hasil rekomendasi begitu saja, melainkan melalui tahapan seleksi. Contoh, dilihat apakah komunitas tersebut aktif atau tidak,” ucapnya.

Eks Koordinator Gusdurian Gorontalo ini berharap, penggerak omunitas yang terpilih ini mampu kemudian mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan tersebut.*