Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

FITRA : Wagub DKI Jakarta Harus Menutup Kelemahan Gubernur
Sekjen FITRA, Misbah Hasan (Foto:Istimewa)

FITRA : Wagub DKI Jakarta Harus Menutup Kelemahan Gubernur



Berita Baru, Jakarta – Forum Indonesia Untuk Transaparansi Anggaran (FITRA) menyampaikan selamat atas terpilihnya Riza Patria sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi DKI Jakarta.

Terpilihnya Riza Patria sebagai Wagub DKI Jakarta diharapkan dapat menutup kelemahan dari Gubernur Anies Baswedan.

“Tantangan wagub yang baru bergabung di tengah jalan adalah penyamaan persepsi dg Gubernur saat ini dalam menjalankan pemerintahan DKI ke depan, karena visi-misi tidak dibangun bersama,” ujar Sekjen FITRA, Misbah Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima Beritabaru.co.

Misbah menyampaikan hal yang perlu dilakukan oleh gubernur dan Wagub adalah pembagian peran yang jelas didalam menjalankan pemerintahan.

“Apalagi di tengah kondisi perekonomian yang mulai mengalami pelemahan karena covid-19. Wagub bisa mengambil alih komunikasi antara Pemda DKI dengan Pemerintah Pusat yang kurang baik selama ini, sehingga antisipasi pelemahan ekonomi di DKI dan nasional bisa bersinergi, misalnya dalam kasus penanganan banjir, kemacetan, dan penanganan covid-19 saat ini, agar tidak sering berseberangan dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

“Pak Riza Patria kan dari Gerindra yang saat ini sudah masuk pemerintahan Jokowi, ini yang musti diperankan lebih strategis,” imbuhnya.

Menutup Kelemahan Gubernur

Lebih lanjut, Misbah menilai bahwa kerja praksis Gubernur saat ini lemah, hal inilah yang harus ditutup dan diperankan oleh Wagub.

“Misalnya, program social safety-net bagi warga DKI yang terdampak covid-19, Wagub bisa mengambil peran untuk memastikan program-program perlindungan sosial di DKI transparan dan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kebingungan dan chaos di tingkat masyarakat,” terang Misbah.

Di sektor ekonomi, Misbah menyampaikan bahwa Wagub bisa berperan lebih, misalnya dengan meyakinkan para investor yang sudah masuk di DKI untuk tidak panik dan mencabut investasinya, memastikan tidak ada PHK karyawan akibat covid-19, dan mencari sumber-sumber pendapatan lainnya di tengah kondisi ekonomi yang melemah.

Dalam jangka panjang, lanjut Misbah Wagub juga bisa membuat akselerasi kebijakan yang selama ini lambat ditangani, misalnya penanganan banjir, kemacetan, pengelolaan sampah, dan lainnya.

“Meski saya kurang yakin, wagub akan diberi ruang yang leluasa untuk melakukan kerja-kerja tersebut. Apalagi masa periodesasi Anies Baswedan tidak lama lagi, hingga 2022. Begitu masuk tahun terakhir periode, pasti nuansa politiknya meninggi. Bisa jadi Wagub maju mencalonkan diri jadi gubernur berikutnya,” pungkas Misbah