Berita

 Network

 Partner

Filipina Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Virus Corona di Luar China
(Foto : The Guardian)

Filipina Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Virus Corona di Luar China

Berita Baru, Internasional – Filipina melaporkan kematian pertama virus Corona di luar China pada hari Minggu (2/2). Korban adalah seorang pria Tiongkok berusia 44 tahun yang datang dari Wuhan dan meninggal di rumah sakit di Manila. Pria tersebut diduga telah terinfeksi oleh virus sebelum kedatangannya di Filipina.

“Ini adalah kematian pertama yang dilaporkan di luar China,” kata Rabindra Abeyasinghe, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia ke Filipina. “Namun, kita harus ingat bahwa ini bukan kasus yang didapat secara lokal. Pasien ini datang dari episentrum wabah ini.”

Sebagaimana dilansir dari the Guardian, Minggu (2/2), departemen kesehatan Filipina mengatakan pria itu dirawat di rumah sakit pada 25 Januari dengan kondisi demam, batuk dan sakit tenggorokan. Dia menderita pneumonia parah, tetapi dalam beberapa hari terakhi sebelum meninggal, pasien dalam keadaan stabil dan menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Namun kemudia, kondisinya memburuk hingga akhirnya pasien meninggal dunia.

Berita Terkait :  Seorang Warga Amerika Serikat Diculik di Afghanistan

Berita kematian pria itu dirilis tak lama setelah Filipina mengumumkan akan segera menghentikan kedatangan wisatawan asing dari China, sebagaimana kebijakan yang diambil oleh Negara lain yang memberlakukan larangan serupa sebagai upaya untuk mengendalikan virus.

Sampai saat ini wabah virus Corona telah menewaskan 304 orang di China sejak pertama kali penyakit tersebut terdeteksi di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu. Pada hari sabtu (1/2), China melaporkan sebanyak 2.590 kasus terinfeksi baru di kotanya, sehingga total jumlah terinfeksi menjadi 14.380 kasus. Sementara itu, sebuah studi oleh para ilmuwan Wuhan dari Universitas Hong Kong mengungkapkan pada hari Sabtu bahwa virus itu telah menginfeksi sebanyak 75.815 orang di Wuhan.

Berita Terkait :  Inggris Akan Gunakan Orang Sehat untuk Teliti COVID-19

Virus yang dinyatakan sebagai darurat kesehatan global itu telah menginfeksi sebanyak 100 orang di lebih dari 20 negara, diantaranya Inggris, Rusia dan Swedia yang mengkonfirmasi infeksi pertama mereka pada akhir pekan. Kemudian Jepang mencatat 20 kasus dan AS mengkonfirmasi kasusnya yang kedelapan pada hari Minggu (2/2).

AS, Australia, Singapura dan Israel telah melarang warga negara asing untuk berkunjung jika mereka telah berada di China selama 14 hari sebelumnya, dan menyarankan warga mereka sendiri untuk tidak melakukan perjalanan ke sana. Mongolia, Rusia, dan Nepal menutup perbatasan darat mereka, sementara Papua Nugini telah melarang siapa pun yang datang dari pelabuhan atau bandara di seluruh Asia untuk masuk ke wilayahnya.

Berita Terkait :  Virus SARS-CoV-2 Ditemukan di Sperma

Vietnam mengumumkan darurat kesehatan masyarakat atas epidemi virus corona pada hari Sabtu dan mengatakan akan menghentikan semua penerbangan dari dan menuju China. Pemerintah juga  mengatakan akan menghentikan pemberian visa bagi pengunjung asing yang telah berada di China dalam dua minggu terakhir.

Pada hari Minggu (2/2), Selandia Baru mengatakan akan melarang masuknya semua warga negara asing yang tiba dari daratan China.

Konfirmasi kematian pertama di luar China datang setelah ribuan pekerja medis Hong Kong memilih untuk mogok, mereka menyerukan pemerintah untuk menutup perbatasan dengan daratan China. Lebih dari 3.000 staf rumah sakit umum, termasuk dokter dan perawat, menyetujui satu minggu aksi mogok bertahap yang dimulai pada hari Senin jika pemerintah gagal memenuhi tuntutan mereka.