Direktorat Sekolah Dasar: Pemda Sudah Lakukan Sosialisasi SKB Menteri terkait PTM

Foto: Liputan6

Berita Baru, Jakarta – Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan survei kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan pendidikan pada masa pandemi Covid-19. Survei dilakukan guna mengetahui kesiapan sekolah dasar dalam melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa PTM harus dilakukan setelah semua guru mendapatkan vaksinasi Covid-19. Karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berkepanjangan memiliki potensi terhadap dampak sosial yang negatif, seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar hingga kekerasan pada anak dan risiko eksternal lainnya.

“Di Indonesia muncul tren anak putus sekolah, penurunan pencapaian pembelajaran, di mana akses dan kualitas pembelajaran tidak tercapai dan menimbulkan kesenjangan ekonomi lebih besar,” kata Nadiem Makarim dalam paparan SKB 4 Menteri yang disiarkan langsung di kanal Youtube Kemendikbud, Selasa (30/3/2021).

Dengan adanya survei tersebut, Direktorat Sekolah Dasar ingin mendorong Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan sekolah memenuhi daftar periksa kesiapan PTM. Termasuk untuk mengetahui kesiapan, kendala dan memperoleh data serta gambaran umum peran pemerintah daerah terkait kesiapan pelaksanaan PTM.

“Hasil survei menunjukkan bahwa 100% dinas pendidikan kabupaten/kota telah membaca SKB Empat Menteri tentang Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19,” kata Direktur Sekolah Dasar Sri Wahyuningsih, dikutip dari laman Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud, Senin (5/4/2021).

Sri Wahyuningsih juga mengungkapkan bahwa semua pemda sudah melakukan sosialisasi SKB Empat Menteri kepada stakeholder, dan 100% pembelajaran di masa pandemi sudah mengacu pada SKB Empat Menteri.

“Dinas pendidikan kabupaten/kota telah melakukan persiapan pelaksanaan PTM melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait, memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah, memastikan akses ke pelayanan kesehatan, memahami mekanisme penanganan kasus, serta mempelajari dokumen kebijakan terkait,” ujarnya. (MKR)

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini