Dalam Sepekan, 810 Hotspots Menyebar di 25 Provinsi

Beritabaru.co, Jakarta – Kabut asap akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus meluas dan meningkat intensitasnya.

Bencana kabut asap banyak diberitakan terjadi di Provinsi Riau, Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kawasan pegunungan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sejumlah pejabat tinggi negara seperti Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Menteri LHK Siti Nurbaya, dan Kepala BNPB Doni Monardo, melakukan kunjungan di Riau pada Senin (12/8).

Mewakili rombongan yang datang, Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menjalankan tugas negara, khususnya memantau secara langsung penanganan Karhutla di Riau.

“Saya, Pak Kapolri, Bu Menteri dan Kepala BNPB ingin mendengar informasi langsung dari Gubernur dan BMKG Riau, terkait jumlah titik api serta progres pemadaman api”. Tuturnya pada sesi wawancara.

Setelah mendapatkan informasi secara akurat, lanjut Hadi, maka akan disiapkan solusi yang tepat, salah satunya melakukan modifikasi cuaca dan water bombing.

Gubenur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan akan menindak perusahaan perkebunan yang terbukti melakukan pembakaran di lahan konsesinya.

“Karhutla di lahan perusahaan sawit, ya perusahaannya yang harus dihukum. Jangan hanya masyarakat kecil saja”. Ucapnya tegas.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil tujuh perusahaan perkebunan untuk dimintai keterangan terkait kejadian Karhutla di Kalimantan Barat.

“Kami telah memanggil tujuh perusahaan. Mereka akan diperiksa dan dimintai keterangan terkait Karhutla di Kalbar”. Tegas Roy, panggilan akrab Dirjen Gakkum KLHK tersebut, di Pontianak.

Dilansir dari kantor berita Antara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya, Sahdin Hadan akhirnya meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, karena kabut asap semakin tebal dan kualitas udara semakin memburuk.

“Sementara sekolah hari ini diliburkan. Bagi mereka yang terlanjur berangkat dapat kembali belajar mandiri di rumah”. Kata Sahdin.

Jika nanti udara diketahui tidak sehat, lanjutnya, apalagi membahayakan siswa, maka sangat dimungkinkan sekolah akan diliburkan.

Di Jawa Tengah, kebakaran di kawasan Gunung Sumbing juga terus meluas. Kawasan terbakar berada pada petak 28 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara di Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menjelaskan bahwa 100 orang personil gabungan telah diturunkan untuk memastikan kondisi kebakaran telah padam atau belum.

“Tim gabungan masih melakukan penyisiran di kawasan hutan Gunung Sumbing yang terbakar”. Kata Agus.

Berdasarkan penelusuran redaksi Beritabaru.co, terdapat 810 titik panas/titik api (Hotspots) selama satu pekan terakhir, yaitu sejak 6 Agustus sampai 12 Agustus.

Data yang dirilis oleh Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) melalui kanal sipongi.klhk.go.id menunjukkan bahwa Hotspots tersebut menyebar di 25 Provinsi di Indonesia.

Jumlah Hotspots terbanyak berada di Kalimantan Barat yaitu sebanyak 439 titik, disusul Riau 140 titik, dan Kalimantan Tengah 99 titik.

Tinggalkan Balasan