BNPB Pastikan Belum Ada Ekspor Asap Ke Kuala Lumpur dan Singapura

BNPB

Berita Baru, Jakarta – Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Plt Kapusdatinmas BNPB), Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa pantauan titik api kategori sedang dan tinggi di 6 provinsi prioritas tercatat, Riau terdapat 201 titik, Jambi 84 titik, Sumatera Selatan (Sumsel) 126 titik, Kalimantan Barat (Kalbar) 660 titik, Kalimantan Tengah (Kalteng) 482 titik dan Kalimantan Selatan (Kalsel) 46 titik.

Berdasarkan hasil pantauan BMKG dan ASEAN Specialized Meteorological Centre (ASMC) per Sabtu (7/9) lalu, terdeteksi asap lintas batas atau transboundary haze di wilayah perbatasan antara Kalimantan Barat (Kalbar) dan Serawak-Malaysia. Akan tetapi asap tersebut belum mencapai Kuala Lumpur dan Singapura.

“Terlihat banyak hotspot karhutla terdapat di wilayah perbatasan Kalbar maupun Serawak-Malaysia. Sementara untuk wilayah Singapura dan Semenanjung Malaysia (Kuala Lumpur) tidak terdeteksi transboundary haze dari Sumatera”. Ujar Agus Wibowo.

BNPB dan Pemerintah Daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk enam provinsi prioritas ia mengatakan BNPB menerjunkan 9.072 personil untuk patroli, sosialisasi dan pemadaman darat.

Berita Terkait :  Temui Presiden, PSSI Diingatkan Beratnya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Selain itu, jelas dia, dikerahkan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Sedangkan di Provinsi Riau dikerahkan juga pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan