Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

BLKK Al-Islah Bungah Kembali Wisuda 16 Tenaga Terampil 

BLKK Al-Islah Bungah Kembali Wisuda 16 Tenaga Terampil 

Berita Baru, Gresik – Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Al-Islah Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur gelar Penutupan Program Pelatihan Teknik Pengelasan Paket II, Angkatan II Tahun 2022 di Gedung BLK Komunitas Ponpes Al Ishlah, pada Rabu (23/11) kemarin.

Dimulai sejak 29 September 2022, 16 peserta telah mengikuti pelatihan sekitar 24 pertemuan dengan durasi 240 jam pertemuan. Pelatihan Paket PBK Angkatan II Tahun 2021 ditutup secara resmi oleh Direktur BLK Komunitas Al-Islah Muhammad Nur Makki.

Total saat ini telah ada 32 peserta yang lulus pelatihan angkatan I dan II. Muhammad Nur Makki berharap pelatihan tersebut dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk teman-teman peserta terjun di dunia usaha maupun di dunia kerja.

“Saya berharap nasib para peserta ini lebih mencerahkan lagi. Kita berupaya bagaimana ini tidak hanya BLKK Al-Islah, tapi juga seluruh peserta BLKK Se-kabupaten Gresik. Karena itu nanti akan ada dialog ketenagakerjaan ini,” kata sosok yang kerap disapa Gus Makki, kepadq Beritabaru.co

Gus Makki juga mendorong adanya kejelasan atau output dari para peserta BLK dan bentuk sinergi dengan dunia usaha atau dunia kerja, mengingat BLK merupakan program dari pemerintah pusat.

“Wilayah kita ini dekat dengan JIIPE, yang kini menjadi Tranding Topic penyaluran tenaga kerja yang banyak. Semoga peserta BLK Komunitas ini menjadi SDM yang unggul berkualitas, dan dapat memanfaatkan wilayah tersebut,” tambahnya.

Pada gilirannya, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dalam kesempatan itu mengapresiasi BLKK Al-Islah Bungah atas sukses dan progresifnya capaian-capain dari BLKK Al-Islah Bungah.

“Gak usah gak PD dengan gak punya SMK, karena kita punya UU pesantren, maka dari itu kita mendukung penuh keberadaan BLK Komunitas di pesantren, apalagi di sini pendidikan formalnta Aliyah tapi BLK berjalan dengan baik,” kata Qodir.

Politisi asal Gresik Selatan itu menyebut, Kabupaten Gresik sudah saatnya harus konsentrasi terhadap serapan tenaga kerja di tengah tumbuh pesatnya basis industri. Sebab faktanya, tingkat investasi yang tinggi saat ini justru tidak berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal.

“Itulah sebabnya kami menginisiasi peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang perlindungan tenaga kerja lokal. Bahwa perda tersebut bisa memproteksi potensi-potensi masyarakat lokal agar bisa menjadi prioritas di dunia industri tang berdiri di Kabupaten Gresik,” tegas dia. 

Disamping itu, dia berharap agar masyarakat Gresik dapat mengambil peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan dari keberadaan industri di sekitar mereka. Tidak hanya terkait serapan tenaga kerja, tetapi juga kemitraan-kemitraan lainnya.

“Contoh saja di kawasan JIIPE itu kan banyak Tenan-tenand yang luar biasa, jadi jangan hanya bicara soal smelter freeport saja, tetapi juga banyak industri lain, dan juga peluang-peluang yang bisa dijadikan kemitraan,” jelasnya.

Acara tersebut juga dihadiri Anggota Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir, Kabid Pelatihan Disnaker Gresik Diah Prasasti Saptorini, Humas JIIPE (PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera), Mifti Haris, Camat Bungah Munir, Forkopimcam Bungah meliputi Polsek dan Koramil, Pengasuh Ponpes Al Ishlah KH. Ahmad Thohawi Hadin, sejumlah tokoh masyarakat, serta puluhan siswa-siswi SMP Al Ikhlas Bungah.