Arie Sujito: Elit Politik Berilah Teladan!

-

Beritabaru.co, Jakarta – Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto di stasiun Mass Rapid Transportation (MRT) Lebak Bulus, kemarin (13/7), menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan di dunia maya (media sosial_red.), juga menarik perhatian publik di dunia nyata.

Foto-foto pertemuan dua elit politik yang baru saja bersaing dalam perebutan kursi Presiden melalui Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019, membanjiri lini masa selama satu hari penuh. Antusiasme elit politik dan juga kalangan selebritas yang turut menyebarkan gambar-gambar tersebut dengan berbagai keterangan, turut menjadi pemicu.

Peristiwa politik tersebut mendapatkan sorotan khusus Dr. Arie Sujito, Pengamat Politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia mengungkapkan, pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto merupakan pesan simbolik dari pemimpin kedua kubu bahwa konstestasi politik dalam pemilu yang membawa suasana ketegangan dan “bertikai” harus diakhiri.

Berita Terkait :  Presiden Jokowi Hormati KPK atas Penetapan Tersangka Menpora
Berita Terkait :  Kurangi Hukuman Anas Urbaningrum, DPR Akan Evaluasi MA

“Saatnya bangsa ini berfikir kembali (tentang) persatuan untuk bekerja demi bangsa”. Tutur pria kelahiran Madiun tersebut kepada redaksi beritabaru.co, Sabtu (13/7) malam.

Sejauh ini, lanjutnya, kita tahu bahwa produsen ketegangan yang memicu risiko terbelahnya masyarakat justru datang dari kalangan elit menengah. Sedangkan kalangan grass root (masyarakat bawah_red.) justru sejak pemilu usai telah membaur dan berpadu dalam kegiatan rutin masing-masing.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan Jokowi dan Prabowo itu diharapkan dapat menjadi cermin bagi elit kelas tinggi maupun kelas menengah untuk segera membangn kembali kebersamaan dan berfikir keindonesiaan.

“Jangan sampe larut dalam perselisihan yang (dapat_red.) membawa dampak buruk bagi bangsa”. Tegas dosen UGM tersebut memberikan pesan.

Berita Terkait :  Direktorat Monitoring KPK Akui Melemahnya Perhatian pada Korupsi SDA
Berita Terkait :  Kabinet Jilid 2, Publik Tak Ingin Kader Parpol Duduki Kejagung

Menanggapi soal polarisasi yang timbul akibat kontestasi Pemilihan Umum Presiden (Pilrpres) 2019 yang lalu, pria yang tercatat sebagai Ketua Departemen Sosiologi UGM tersebut menjelaskan, agar kita semua perlu membangun kultur politik kewargaan yang lebih berorientasi politik yang sehat dan bermartabat.

Ia juga mengingatkan, bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia adalah kekayaan besar yang perlu diolah dalam sistem demokrasi, sehingga seluruh rakyat akan dapat menikmati keragaman itu sebagai kekuatan dalam persatuan.

“Maka, para elit politik dan golongan menengah harus menjadi teladan yang baik”. Terangnya dengan nada serius.

Bung Arie, sapaan akrab Dr. Arie Sujito, juga mengingatkan kalau masyarakat grass root telah lebih matang. Oleh karena itu elit politik juga harus bisa lebih matang. Di akhir wawancara ia berpesan kepada seluruh pihak untuk menyiapkan demokrasi yang lebih berkualitas, sehingga Pemilu 2024 menjadi lebih menyenangkan dan bukan menakutkan. [Priyo Atmojo]

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments