34 Nyawa Melayang dalam Bentrokan UU Kewarganegaraan India

(Foto: Sputnik News)

Berita Baru, Internasional – Demonstrasi massal mengguncang India sejak Desember 2019, setelah negara itu menerbitkan UU Kewarganegaraan.

UU tersebut berisi tentang peraturan  tentang membuka jalan bagi imigran ilegal dari beberapa minoritas agama yang menghadapi penganiayaan di Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan untuk memperoleh hak kewarganegaraan India. Namun undang-undang itu mengecualikan imigran Muslim.

Ketika jumlah korban tewas akibat ledakan kekerasan meningkat menjadi 34 orang, situasi di ibukota India diyakini sedang tenang sejak hari Rabu (26/2). Awal pekan ini, pihak berwenang memberlakukan jam malam di daerah-daerah tertentu di New Delhi.

Adanya jam malam itu berupaya untuk menghentikan banyak bentrokan antara pendukung dan penentang undang-undang kewarganegaraan agar tidak melakukan pelemparan batu dan membakar properti.

Berikut perkembangan terkini situasi bentrokan di New Delhi:

07:57 Polisi Hyderabad menahan para pemrotes komunis karena melakukan pembakaran Menteri Dalam Negeri Amit Shah

Citan @ANI : #WATCH Telangana: Polisi menahan anggota Communist Party of India atau CPI (Partai Komunis India) setelah mereka berusaha membakar patung Uni Amit Shah selaku Menteri Dalam Negeri di Hyderabad. Mereka menuntut Amit Shah mengundurkan diri karena #Delhi Violence.

Berita Terkait :  India Sukses Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Ke-2 di Bulan

07:53 Mantan PM Singh: Kekerasan di New Delhi Mencerminkan Kegagalan Total Pemerintah Pusat

Cuitan @ANI : Delhi: Sebuah delegasi dari Indian National Congress yang dipimpin oleh Sonia Gandhi selaku presiden sementara kongres dan Dr. Manmohan Singh selaku mantan Perdana Menteri meminta Presiden Ram Nath Kovind di Rashtrapati Bhavan hari ini.

07:26 Sonia Gandhi selaku Pemimpin Oposisi mendesak Untuk Pemberhentian Menteri Dalam Negeri Amit Shah

“Kami menyerukan kepada Anda (Presiden) untuk memastikan bahwa kehidupan, kebebasan, dan properti warga negara dilestarikan. Kami juga menegaskan bahwa Anda harus segera menyerukan pemindahan Menteri Dalam Negeri karena ketidakmampuannya untuk menangani kekerasan,” katanya.

06:50 Komisaris Polisi Mengatakan Timur Laut New Delhi Diamankan – Video

Cuitan @ANI: #WATCH Delhi Police Joint Commissioner OP Mishra saat pawai bendera di daerah Chand Bagh mengumumkan, “Toko kelontong, medis, dan toko lainnya dapat dibuka. Tidak ada yang perlu ditakutkan, polisi ada di sini untuk keamanan kalian. Tolong jangan berkumpul dalam kelompok, khususnya anak muda.” #DelhiViolence

Berita Terkait :  Bentrok Hindu dan Muslim di Delhi, 13 Orang Meninggal

06:10 Kehadiran Berat Personel Keamanan di Daerah Seelampur yang Terkena Kekerasan

Cuitan @ANI : Delhi: Pemandangan terkini daerah Seelampur. Personel keamanan telah dikerahkan di daerah tersebut. #DelhiViolence

06:08 Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri: ‘Ada Kekuatan Pasukan yang Memadai di Lapangan’

Cuitan @PIBHomeAffairs: Seperti yang dikutip dari lemahnya personil polisi di Delhi, dinyatakan bahwa ada kekuatan pasukan yang memadai di lapangan sejak Senin ini.

Berdasarkan penilaian profesional, 73 Coy of CAPF dikerahkan di samping 40 Coy of @DelhiPolice. Situasi terkendali.


PenerjemahIpung
SumberSputnik News
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan