Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Wahid Foundation

Wahid Foundation Kick-Off Program Penguatan Perempuan untuk Perdamaian Berkelanjutan untuk 7 Desa di Bima



Berita Baru, Jakarta Wahid Foundation bekerja sama dengan La Rimpu menggelar Diskusi Partisipatif bertema “Perempuan Berdaya untuk Perdamaian Berkelanjutan: Aksi Kemanusiaan Damai untuk Meningkatkan Resiliensi Masyarakat di Kota/Kabupaten Bima” di Hotel Marina Inn, Kota Bima. Acara ini menandai dimulainya Program Pemberdayaan Perempuan untuk Perdamaian Berkelanjutan, yang juga didukung oleh UN Women dan Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Diskusi ini bertujuan untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis dalam program pemberdayaan perempuan di Bima, serta menyampaikan pandangan mengenai isu-isu pemberdayaan perempuan, perdamaian, aksi kemanusiaan, dan lingkungan. Program ini menyasar tujuh desa/kelurahan di Kota dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pemilihan area program di NTB didasarkan pada Scoping dan Baseline Study oleh UN Women pada tahun 2022. Studi ini menunjukkan berbagai risiko dan kerentanan seperti bencana alam, konflik sosial, dan kekerasan ekstremisme,” kata Siti Kholisoh, Plh. Managing Director Wahid Foundation dalam siaran persnya, Kamis (11/7/2024).

“Kami menekankan strategi pelibatan multipihak baik pemerintah maupun pemangku kepentingan di masyarakat. Dalam implementasinya, kami akan bekerja sama dengan La Rimpu sebagai mitra lokal.”

Studi oleh BPBD 2024 mengungkapkan bahwa Kota dan Kabupaten Bima merupakan wilayah yang rentan bencana. Sepanjang 2023, Kabupaten Bima mengalami 29 kejadian bencana, sementara Kota Bima mengalami 16 kejadian. Bencana paling umum adalah banjir/banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Atun Wardatun, Direktur Eksekutif La Rimpu, menyambut baik kolaborasi ini. “Hal ini sejalan dengan harapan program bahwa peningkatan kapasitas perempuan desa dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen mereka untuk bertindak dan terlibat dalam ruang publik dan agenda advokasi di berbagai desa,” ujarnya.

Mewakili Pemerintah Kota Bima, Pujawan, Sekretaris Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bima, menyampaikan, “Pihaknya menyambut dengan baik dapat terlibat dalam program ini, karena memiliki tujuan akhir yang sama yaitu mengurangi dampak dari bencana. Dalam mitigasi bencana ada tiga tahap yaitu pra bencana, saat bencana, dan setelahnya. Di situ peran perempuan ini terutama ingin kami libatkan. Harapannya ke depan program ini melalui Wahid Foundation dan UN Women bisa berkelanjutan dan terus bekerja sama dengan pemerintah lokal.”

Program ini berjalan sejak 26 Juni 2023 hingga 31 Desember 2026 di tiga provinsi: Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Tujuannya adalah meningkatkan ketangguhan masyarakat dan mengurangi kerentanan pada situasi darurat bencana alam di wilayah rentan konflik melalui upaya keterhubungan kemanusiaan, pembangunan, dan perdamaian (HDP Nexus).

Di Bima, program ini akan melibatkan tujuh desa/kelurahan, yaitu Desa Sila Rato, Desa Roi, Desa Ncera, Desa Samili di Kabupaten Bima, dan Kelurahan Penatoi, Kelurahan Dara, Kelurahan Paruga di Kota Bima. Tujuh desa/kelurahan ini dipilih berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh Wahid Foundation dan La Rimpu, dengan masukan dari Organisasi Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten Bima.

Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan kesiapsiagaan bencana, pencegahan konflik sosial, dan upaya mempromosikan perdamaian untuk mencegah intoleransi dan ekstremisme kekerasan. Kelompok perempuan muda akan difasilitasi dengan pelatihan kepemimpinan, advokasi kebijakan, dan keterlibatan dalam pencegahan bencana dan konflik sosial. Aparatur pemerintah desa dan kelurahan juga akan mendapatkan pelatihan perencanaan dan penganggaran desa yang responsif gender.