Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Membangun Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional Dari Batam

Membangun Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional Dari Batam



Berita Baru, Yogyakarta – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkolaborasi dengan Komisi VI DPR RI menggelar seminar bertajuk ‘Membangun Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional’, di Yogyakarta, pada Sabtu (25/11).

Plt. Kepala Bagian Promosi BP Batam, Sofya mengatakan bahwa Kota Batam kini semakin meneguhkan posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia bagian barat dengan serangkaian langkah strategis.

Selain itu, kota ini menurut Sofya juga sebagai wilayah strategis sebagai pintu perdagangan internasional bagi Indonesia. “Batam memiliki daya tarik tersendiri sebagai investasi,” sebutnya

“Dengan wilayah yang berstatus sebagai pelabuhan dan perdagangan bebas serta kawasan ekonomi khusus, yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung bagi investor,” sambung Sofyan.

Disebutkan Sofyan, tidak berlebihan rasanya, jika pihaknya menyebut kota Batam sebagai primadona investasi di wilayah Indonesia bagian barat.

Untuk itu, BP Batam terus meningkatkan dan mendorong investasi di kota ini. Juga meluncurkan inisiatif-inisiatif, salah satunya adalah menciptakan lingkungan yang ramah bisnis, menggenjot infrastruktur pendukung, serta menyediakan fasilitas transportasi modern yang memadai.

“Kami berharap, apa yang telah gagal di Batam, dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di kota-kota lain di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Sehingga terbangun semangat ekspor untuk meningkatkan ekonomi nasional lebih merata,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto menambahkan bahwa letak geografis Pulau Batam sangat strategis. Terletak di antara Singapura dan Malaysia, dengan Selat Malaka sebagai pembatas, Pulau Batam telah tumbuh menjadi pusat industri perkapalan, perdagangan, dan pariwisata selama lebih dari setengah abad.

Terlebih didukung adanya pengakuan atas kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang dikenal di Pulau Batam. Termasuk Pemerintah pusat telah menetapkan dua kawasan ekonomi khusus.

“Menunjukkan komitmen untuk mengembangkan ekonomi di wilayah ini” sebut Purwiyanto.

Pemerintah pusat juga telah merilis kebijakan mengenai pengelolaan kawasan peran luas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan ekosistem investasi, pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing kawasan.

“Ketentuan tersebut menjadi angin segar bagi para investor asing dan secara otomatis meningkatkan nilai tambah Kota Batam untuk bersaing dengan negara lainnya di kawasan Asia Pasifik,” tegas Purwiyanto.