AIDRAN Luncurkan Proyek MOVE IT 2024 untuk Promosi Inklusi Digital di Indonesia Timur
Berita Baru, Jakarta – Australia-Indonesia Disability Research and Advocacy Network (AIDRAN) secara resmi memperkenalkan Proyek MOVE IT 2024 dalam acara Project Opening yang berlangsung di Hotel Aston Gorontalo. Acara ini menandai fase kedua dari proyek tersebut, yang mengusung tema “Promoting Digital Inclusion to Enhance Access to Quality and Accessible Education for Students with Disabilities in Eastern Indonesia”. Proyek ini berfokus pada penguatan kapasitas, advokasi kebijakan, serta peningkatan kesadaran publik terkait pendidikan inklusif berbasis teknologi.
Proyek MOVE IT 2024 merupakan kelanjutan dari fase pertama yang telah dijalankan pada tahun 2023, di mana AIDRAN melakukan penelitian di Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Pohuwato untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang dalam penerapan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya literasi digital serta minimnya kebijakan pendukung teknologi aksesibel dalam sistem pendidikan.
Indonesia Chair AIDRAN, Ucca Arawindha, menekankan pentingnya pendidikan inklusif yang berkualitas. “Pendidikan inklusif bukan hanya sekadar memberikan akses bagi siswa dengan disabilitas, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna,” ungkap Ucca. “Melalui MOVE IT 2024, kami berupaya mengembangkan strategi digitalisasi pendidikan yang dapat memberikan dampak nyata bagi mereka yang selama ini menghadapi hambatan dalam mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.
Fase kedua proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, siswa, orang tua, serta pemangku kebijakan dalam menerapkan pendidikan inklusif berbasis digital. Untuk itu, AIDRAN telah menyusun dua modul pelatihan: Panduan Pendidikan Inklusi Berbasis Digital dan Panduan Implementasi Pendidikan Inklusi Berbasis Digital. Modul ini difokuskan pada optimalisasi teknologi digital untuk pembelajaran inklusif.
Gubernur Provinsi Gorontalo, yang diwakili oleh Didi Wahyudi Bago’e, Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, menyampaikan apresiasi terhadap AIDRAN atas peluncuran proyek ini di Gorontalo. “Sebagai provinsi dengan prevalensi disabilitas tertinggi, kami sangat berterima kasih kepada AIDRAN yang telah menjadikan Gorontalo sebagai pilot project pendidikan inklusif. Proyek MOVE IT akan membantu mengatasi kesenjangan akses pendidikan antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas,” jelas Didi.
Dukungan juga disampaikan oleh Fajri Hidayatullah, Tim Ahli Staf Khusus Menteri Bidang Manajemen, Kelembagaan, dan Reformasi Birokrasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. “Kita ingin melanjutkan program ini di Indonesia Timur agar tidak ada lagi penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak,” jelasnya.
Selain meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, MOVE IT 2024 juga berfokus pada advokasi kebijakan dan peningkatan kesadaran publik tentang hak pendidikan bagi siswa dengan disabilitas. Dwi Lestari, Manajer Proyek MOVE IT 2024, menyatakan pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan inklusif. “Penelitian fase pertama menunjukkan rendahnya literasi digital, keterbatasan akses terhadap teknologi, serta kurangnya kebijakan yang mendukung pendidikan inklusif berbasis digital,” ungkap Dwi. “Mengatasi tantangan ini sangat penting agar semua siswa, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pendidikan yang setara,” tambahnya.
Proyek ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pendidikan yang lebih inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas di Indonesia Timur, dengan fokus khusus pada pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung utama.