Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Alumni Ponpes Nuris, Kembangkan Robot Bawah Laut

Alumni Ponpes Nuris, Kembangkan Robot Bawah Laut



Berita Baru, Jakarta – Umi Latifah, Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak lagi berkutat di bidang kitab kuning dan kegiataan keagamaan lainnya, namun sudah jauh melangkah di bidang robotika.

Dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), yang diadakan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Surabaya. Umi Latifah, bersama dua temannya (Aulia Anisa Firdaus dan A Wildan Ilhami) berhasil mendapatkan juara 1.

“Alhamdulillah, dia (Umi Latifah, red) telah mengukir prestasi yang cukup membanggakan, khususnya di kalangan santri. Kami atas nama pengasuh memberikan  apresiasi yang tinggi kepada nanda Umi Latifah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Gus Robith Qashidi kepada NU Online, Rabu (2/10).

Menurutnya,  proposal penelitian yang digarap Umi dan kawan-kawan berhasil meraih juara 1 pada Pimnas di ITS Surabaya. Mereka menyoroti  pengembangan teknologi AUV (Autonomous Under Vehichle) pada robot bawah laut tanpa awak yang memiliki jelajah selam tinggi. Dengan raihan tersebut, dia dan dua temannya mendapatkan  hibah dana sebesar Rp8.400.000,- dari Kemenristekdikti RI.

“Saya kira ini prestasi yang luar biasa. Kalau dikembangkan, bisa membantu meminimalisasi pendanaan dalam pencarian black box saat kecelekaan pesawat di laut yang biasanya terjadi di Indonesia,” jelasnya.

Tidak hanya sampai di situ, alumni SMA Nuris Jember yang kini mengambil jurusan Fisika ITS Surabaya itu, akhir pekan lalu juga sukses mengikuti ajang ITS Youth Technoprenneur.

Kali ini dia tampil sendirian, tidak masuk dalam tim. Di ajang tersebut, lagi-lagi proposal penelitian Umi meraih dana hibah sebesar Rp10.000.000,- berkat ide teknologi dokumentasi bawah laut dengan jasa robot ROV (Remotely Operated Vehicle).

“Umi patut menjadi model santri modern. Dia seorang hafidzah tapi tidak mengabaikan prestasi yang lain. Istilahnya dia berhati Makkah tapi berotak Jerman,” terangnya.

Gus Robith memastikan bahwa Nuris akan terus meningkatkan kemampuan sains santrinya. Hal tersebut sangat penting karena tantangan santri ke depan juga semakin luas dan beragam.

“Santri selalu berinovasi demi kemajuan bangsa. Bukan hanya soal pemikiran teoritis, tapi juga produk sains praktis,” pungkasnya.

 Sumber : nu.or.id