Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Indonesia's FOLU Net Sink 2030 Dorong Penurunan Emisi 140 Juta Ton CO2e
Siti Nurbaya pada Panel Tingkat Tinggi tentang Keterkaitan Pertanian dan Kehutanan yang merupakan agenda ke-6 dari The Committee on Forestry (COFO)-26, di Roma, Italia, Senin (3/10/2022)

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Dorong Penurunan Emisi 140 Juta Ton CO2e



Berita Baru, Jakarta –  Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 merupakan sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui tingkat serapan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi.

FOLU Net Sink 20230 mendorong tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030 dan dilaksanakan melalui pendekatan yang terstruktur dan sistematis. Pelaksanaan program tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen sektor kehutanan Indonesia secara nasional dan global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada Panel Tingkat Tinggi tentang Keterkaitan Pertanian dan Kehutanan yang merupakan agenda ke-6 dari The Committee on Forestry (COFO)-26, di Roma, Italia, Senin (3/10/2022) waktu setempat.

Menteri Siti mengatakan, inisiatif kebijakan terbaru Indonesia tentang Hutan dan Tata Guna Lahan Lainnya – Rencana Operasional Net-Sink FOLU 2030, mengakui bahwa sektor FOLU memiliki peran besar dalam upaya pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional, menjadi net emitor ke penyerap bersih GRK.

FOLU Net Sink 2030 menggunakan empat strategi utama, yaitu menghindari deforestasi; konservasi dan pengelolaan hutan lestari; perlindungan dan restorasi lahan gambut; serta peningkatan serapan karbon (sink).

Selanjutnya, Menteri Siti melakukan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dong Yu di sela-sela acara The Committee on Forestry (COFO)-26, untuk mebahas kerja sama strategis bidang kehutanan dalam kerangka kerja sama FAO-RI.

Ada berbagai program yang melibatkan FAO sebagai salah satu program pelaksana Global Environment Facility (GEF) di Indonesia. Yaitu Program Dampak Sistem Pangan, Penggunaan Lahan dan Restorasi (FOLUR); Konservasi Keanekaragaman Tanaman untuk Pemanfaatan Berkelanjutan; Penguatan Kapasitas untuk Pencegahan, Pengendalian dan Pengelolaan Spesies Asing Invasif (SMIAS); dan Pengelolaan Terpadu Lanskap Lahan Gambut di Indonesia (IMPLI).