Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

129 WNI di Palestina dan Israel Enggan Dievakuasi
(Foto: AFP)

129 WNI di Palestina dan Israel Enggan Dievakuasi



Berita Baru, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkap bahwa sebanyak 129 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Palestina dan Israel menolak tawaran evakuasi oleh pemerintah Indonesia. Para WNI ini berada di wilayah Tepi Barat, Yerusalem, dan Tel Aviv.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, menyatakan bahwa alasan utama para WNI menolak evakuasi adalah karena mereka merasa aman di wilayah-wilayah tersebut. Menurutnya, hanya 4 dari total 133 WNI yang menginginkan untuk meninggalkan Palestina dan Israel.

“Dari 133 tersebut hanya 4 yang ingin meninggalkan [wilayah Palestina dan Israel yang ditinggali]. [Sisanya enggan] karena merasa aman,” ujar Judha dalam konferensi pers di Kemlu RI.

WNI di Palestina dan Israel berjumlah 143 orang, dengan sebagian besar tersebar di wilayah Gaza, Arrava, Beer Sheba, Yerusalem, Nahariya, hingga Tel Aviv. Di antaranya, 10 orang berada di wilayah Gaza, yang saat ini menjadi wilayah konflik paling rentan.

Terkait dengan keputusan para WNI ini, Judha menjelaskan bahwa mereka kebanyakan bekerja atau memiliki keluarga di wilayah tersebut. Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan memaksa para WNI untuk kembali jika mereka memilih untuk tetap tinggal di Palestina dan Israel.

“Kami tidak bisa memaksakan, pilihan terakhir dikembalikan kepada masing-masing WNI. Tugas kami adalah memberikan informasi mengenai penilaian situasi keamanan, tapi pilihan dikembalikan kepada masing-masing,” kata Judha.

Walaupun menolak evakuasi, para WNI ini terus menjaga kontak dengan perwakilan Indonesia. Saat ini, semua WNI di wilayah yang terkena dampak konflik tersebut dalam keadaan baik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Israel dan Palestina mengalami eskalasi kekerasan yang mengakibatkan ribuan kematian di kedua belah pihak. Serangan udara, serangan roket, dan serangan darat telah merenggut banyak nyawa di kawasan tersebut. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sekitar 1.572 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka di Jalur Gaza, sementara di Tepi Barat Palestina, setidaknya 32 orang meninggal dunia dan 600 orang lainnya luka-luka. Sementara itu, militer Israel melaporkan 1.300 orang tewas dan ribuan lainnya terluka akibat konflik ini.