YLKI: Vaksinasi Covid-19 Berbayar Harus Ditolak

-

Berita Baru, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menanggapi adanya program vaksinasi Covid-19 berbayar di tengah tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. YLKI menilai program vaksinasi gotong royong ini harus ditolak. 

“Tetiba menyeruak adanya vaksin gotong royong yang berbayar, yang dijual di apotek-apotek tertentu. Vaksin berbayar itu tidak etis, di tengah pandemi yang sedang mengganas. Oleh karena itu, vaksin berbayar harus ditolak,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

Menurut Tulus, kebijakan ini bisa jadi hanya akan semakin membuat masyarakat malas untuk melakukan vaksinasi. “Yang digratiskan saja masih banyak yang malas (tidak mau), apalagi vaksin berbayar,” ujarnya. 

Berita Terkait :  PSBB DKI Jakarta Diperpanjang Hingga 8 Maret
Berita Terkait :  LPBI NU Beri Penghargaan Relawan Covid-19

Tulus mengatakan, kebijakan vaksinasi berbayar ini dapat membingungkan masyarakat. Selain itu, lanjut Tulus, vaksinasi berbayar juga bisa menimbulkan ketidakpercayaan oleh masyarakat.

“Vaksin berbayar juga bisa menimbulkan distrust pada masyarakat, bahwa yang berbayar dianggap kualitasnya lebih baik, dan yang gratis lebih buruk kualitasnya,” ucap Tulus.

Padalah, kata Tulus, di banyak negara, justru masyarakat yang mau divaksinasi Covid-19, diberikan hadiah oleh pemerintahnya. Upaya ini bertujuan agar semakin banyak warga negara yang mau divaksinasi. 

Oleh karena itu, YLKI mendesak agar vaksinasi gotong royong atau VGR berbayar untuk kategori individu dibatalkan. “Kembalikan pada kebijakan semula, yang membayar adalah pihak perusahaan, bukan individual,” pungkas Tulus.

Berita Terkait :  Vaksin COVID-19 Rusia Mampu Ciptakan Imunitas hingga 2 Tahun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU