Yenny Wahid Optimis Antar Garuda Indonesia Kembali Berjaya

-

Berita Baru, Jakarta – Komisaris Garuda Indonesia Yenny Wahid angkat bicara terkait sektor penerbangan yang terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal itu ia sampaikan dalam program BERCERITA #16 yang digelar Beritabaru.co, Selasa (6/10).

Mengangkat tema “Mengembalikan Kejayaan Industri Penerbangan Indonesia”, Putri Presiden RI keempat itu mengungkapkan, Garuda Indonesia kini telah mengalami peningkatan penumpang.

“Sehari sudah bisa angkut 4.000 sampai 5.000 penumpang, itu sudah mengalami peningkatan, kita memastikan yang paling utama itu adalah safety,” ungkap Yenny.

“Walaupun sekarang kita SLF nya masih dibawah 50 persen, belum profitable, belum dapet untunglah istilahnya,” lanjutnya.

Meski demikian, Yenny mengaku optimis, karena menurutnya masyarakat sadar akan keunggulan yang diberikan Garuda Indonesia melalui kecanggihan teknologi dan kualitas layanannya.

Berita Terkait :  Erick Thohir Berhentikan Dirut Garuda, Berikut Tanggapan Jokowi
Berita Terkait :  Salam Forum: Upaya Wahid Foundation Sebar Perdamaian di Media Sosial

“Saya yakin masyarakat sudah menyadari itu, udara yang mengalir itu sangat bersih setiap dua menit sekali diganti dari udara diluar melalui, kecanggihan teknologi,” sebut Yenny.

Selain itu, Putri Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menuturkan, udara yang masuk dalam armada pesawatnya dilengkapi dengan Hepafilter yang diyakini mampu membunuh kuman, partikel, virus bahkan, virus seukuran COVID-19.

Yenny menerangkan, di masa pandemi COVID-19 ini, dirinya belum mementingkan keuntungan bagi Garuda Indonesia, melainkan lebih fokus pada memperkecil kerugian.

“Kita benahin pelan-pelan, kita gak mikirin untuk untung dulu, sekarang bagaimana caranya memperkecil kerugian,” tutur Yenny.

Salah satu siasatnya yakni mengurangi cost atau biaya, bahkan Yenny mengaku rela jika harus diberhentikan demi terselamatkannya Garuda Indonesia.

Berita Terkait :  Salam Forum: Upaya Wahid Foundation Sebar Perdamaian di Media Sosial
Berita Terkait :  Indonesia-Chile MoU Jaminan Produk Halal

“Garuda sendiri harus terselamatkan terlebih dahulu, termaksud kalo saya harus diberhentikan hari ini karena pengurangan biaya atau cost, saya siap,” tegas Yenny.

Menurutnya, beban yang harus dipikulnya kini, tak terlepas dari kasus korupsi masa lalu.

“Ini adalah sisa dari beban masa lalu atau perilaku korupsi yang dilakukan di masa lalu,” beber Yenny.

Sosok yang terlebih dahulu dikenal sebagai tokoh Humantarian tersebut menjelaskan, menyelamatkan industri penerbangan perlu kesinambungan 4 pilar penerbangan (Airlines, Airport, Tourism, Ancillary).

Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 berdampak buruk pada industri penerbangan di Indonesia, bahkan Garuda Indonesia sendiri diinformasikan kehilangan penumpang sebanyak 98,3 persen dengan kerugian hingga 99 persen atau sekitar Rp10 triliun.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Gunadarma Geruduk Istana Negara

TERBARU

Facebook Comments