Yenny Wahid: Guru Agama Adalah Agen Perubahan dalam Masyarakat

Yenny Wahid saat menjadi pembicara di Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Summit yang bertajuk “Kick Off Guru Pancasila, Guru Pelopor Moderasi di Sekolah dan Penguatan Ekonomi Syairah pada Klaster Pendidikan” pada Sabtu (27/3).

Berita Baru, Jakarta – Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menyampaikan bahwa guru agama adalah agen perubahan dalam masyarakat yang mempunyai peran sangat strategis.

Hal ini disampaikan Yenny saat menjadi pembicara di Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Summit yang bertajuk “Kick Off Guru Pancasila, Guru Pelopor Moderasi di Sekolah dan Penguatan Ekonomi Syairah pada Klaster Pendidikan” pada Sabtu (27/3).

Yenny menyampaikan terimakasih kepada AGPAII yang telah membuka pintu bagi Wahid Foundation agar dapat bekerjasama dalam mengembangkan program moderasi beragama khususnya di sekolah.

“Guru Agama adalah agen perubahan di masyarakat yang sangat strategis sifatnya, guru agama ini bukan hanya sekedar guru yang mengajarkan ilmu dzhir, tapi juga membentuk watak anak didik. Jadi peran guru agama ini sangat luar biasa,” tutur Yenny.

Lebih lanjut, Yenny menyampaikan bahwa guru agama mempunyai kedudukan tujuh ratus derajat diatas mukmin lainnyaa dalam agama Islam.

Karena menjadi guru agama, menurut Yenny, mempunyai tugas utama dalam membentuk karakter kehidupan masyarakat, serta menjadi guru agama adalah kebeberuntungan dan kemuliaan.

“Bapak Ibu sekalian tugas utamanya adalah mendidik anak-anak kita, masyarakat kita, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam Islam kebahagiaan bukan hanya dzahiran, namun secara lahir dan batin. Kebahagiaan ini tentu bisa dicapai jika masyarakat mempunyai akhlak mulia, kalau masyarakat menyeru kebaikan,” imbuh Yenny.

Yenny juga menyampaikan rasa bangganya kepada guru agama di Indonesia yang telah menjadi pahlawan dalam mengedepankan moderasi beragama.

“Moderasi berama ini bukan lagi menjadi sebuah hal yang baru, tetapi menjadi kewajiban bagi kita semua untuk mengamalkannya dan untuk mempopulerkannya. Bukan cuma di Indonesia saja, tapi ke seluruh dunia,” terang Yenny.

Menurut Yenny, di negara lain moderasi beragama baru menjadi wacana di tingkat elit, berbeda dengan di Indonesia yang telah dilakukan secara merata di seluruh daerah.

“Ini semua berkat usaha dan komitmen dari bapak ibu sekalian. Jadi apa yang bapak ibu lakukan menjadi inspirasi dan amaliah yang bukan hanya gaungny terasa di Indonesia tapi di seluruh dunia,” pungkas Yenny Wahid.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini