Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Yahudi Bukhara
(Foto : The Guardian)

Yahudi Bukhara Khawatir Komunitas Mereka Akan Hilang



Berita Baru, Internasional – Kota Silk Road (Bukhara) kuno pernah menjadi wilayah dengan populasi Yahudi yang sangat besar. Namun kini populasi Yahudi di wilayah itu telah menyusut, bahkan dikhawatirkan akan menghilang.

Dilansir dari TheGuardian, Selasa (24/12), hal itu sebagaimana disampaikan oleh Abram Iskhakov, Presiden Komunitas Yahudi di Bukhara dalam acara malam kebaktian di Bukhara, Uzbekistan.

Pernah menjadi rumah bagi lebih dari 23.000 orang Yahudi, kota Silk Road kuno Bukhara sekarang hanya memiliki sekitar 200 Yahudi. Ribuan orang Yahudi Bukharian bermigrasi karena kebijakan antisemitik di bawah Uni Soviet, dan lebih banyak lagi karena prospek ekonomi Uzbekistan yang memburuk setelah kemerdekaannya pada tahun 1991.

Adapun yang bermigrasi terhitung sangat besar ada lebih dari 50.000 orang Yahudi Bukharian di New York dan lebih dari 100.000 di Israel.

Isak Gulyamov (83 tahun), seorang pensiunan ahli geologi menolak permintaan anak-anaknya untuk bergabung dengan mereka beremigrasi ke Israel. Ia menceritakan semua saudara kandungnya telah pergi dan tiga anaknya telah beremigrasi ke Israel serta satu lagi ke Kazakhstan.

“Ini bagus untuk saya di sini, saya tahu semua orang dan semua orang mengenal saya,”  katanya selama tur singkat di sinagog yang terletak di antara rumah-rumah batu di kawasan Yahudi di Bukhara.

Gulyamov dan beberapa Yahudi yang tinggal berharap para imigran akan kembali ke Bukharian, mengingat keberlanjutan generasi Yahudi di kota itu.

“Mereka sudah meletakkan akarnya, mereka punya rumah, pekerjaan. Mereka sudah terbiasa di sana, kenapa tidak mungkin untuk kembali?” Kata Gulyamov.

Komunitas Yahudi di Bukharian telah menikmati hubungan dekat dengan pemerintah di Uzbekistan. Sementara pemimpin otoriter sebelumnya, Islam Karimov, dengan brutal mengisolasi masyrakat berkewarganegaraan luar, menyisihkan komunitas Yahudi dan menargetkan kaum Islamis.