Berita

 Network

 Partner

Xiao Yaqing, Kepala MIIT China Baru Untuk Bersaing Dengan AS
Xiao Yaqing adalah mantan ketua Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi milik negara China. Foto: Bloomberg

Xiao Yaqing, Kepala MIIT China Baru Untuk Bersaing Dengan AS

Berita Baru, Internasional – China telah menunjuk Xiao Yaqing sebagai kepala baru Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) yang merupakan garis depan persaingan teknologi dan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS), Jumat (31/7).

Sebelumnya, Xiao Yaqing merupakan kepala Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar. Ia kini mengambil alih jabatan baru yang sebelumnya dipegang oleh Miao Wei yang akan memasuki usia pensiun, menurut Kantor Berita resmi Xinhua News.

Penunjukkan Xiao Yaqing itu terjadi setelah Partai Komunis China mengadakan pertemuan Politbiro sebagai biro yang membuat kebijakan China. Nama Xiao diajukan oleh Perdana Menteri Li Keqiang dan selanjutnya akan dilantik oleh parlemen China untuk menjadi menteri.

Pria yang kini berusia 61 tahun itu menjadi kepala kader Beijing yang berperan besar atas pengembangan industri dan teknologi China pada saat China mempercepat pembangunan domestiknya untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi impor dan untuk mencapai swasembada di tengah persaingannya dengan AS.

Berita Terkait :  TikTok akan Keluar dari Hong Kong

MIIT memainkan peran penting untuk menguraikan ambisi baru pemerintah China untuk mendominasi 10 teknologi mutakhir, mulai dari teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga jaringan 5G dan robotika. 

Rencana itu kemudian memicu protes keras dari AS dan Uni Eropa dan terkesan agar China melupakan ambisi itu.

Namun, bagaimanapun China tetap akan mempertahankan ambisinya untuk menjadi mandiri dalam teknologi kunci serta kekuatan teknologi global.

Dalam peran barunya, Xiao akan memiliki kendali atas masalah-masalah utama, mulai dari perizinan teknologi baru hingga mobil listrik serta pengembangan jaringan komunikasi 5G China.

Xiao dianggap sebagai salah satu teknokrat China yang paling cakap, mengingat rekam jejaknya dalam mengubah pabrik aluminium milik negara yang merugi menjadi perusahaan saham gabungan yang menguntungkan dengan menggunakan pertukaran utang untuk ekuitas pada tahun 2000.

Berita Terkait :  Kasus Covid-19 Meningkat, Lebanon Kembali Dikunci

Pada Januari 2008, Xiao juga meningkatkan reputasinya di industri pertambangan global ketika Aluminium Corp of China (Chinalco) bergabung dengan raksasa aluminium AS Alcoa untuk membeli 12 persen saham perusahaan tambang Australia yang terdaftar di London, Rio Tinto.

Caption: Dalam peran barunya, Xiao Yaqing memiliki kendali atas masalah-masalah utama persaingan dengan AS, mulai dari perizinan teknologi baru hingga mobil listrik dan pengembangan jaringan komunikasi 5G China. Foto: Reuters

Menurut SCMP, atas reputasinya itu Xiao, pada tahun 2009, ia dipromosikan menjadi wakil sekretaris jenderal Dewan Negara dalam kabinet pemerintah.

Lima tahun berselang, pada tahun 2016, Xiao kembali dipromosikan menjadi kepala Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi milik negara yang bertugas sebagai regulator yang mengawasi konglomerat industri milik negara terbesar di negara itu.

Berita Terkait :  Menlu China: Perang Dingin AS-China Semakin Meruncing

Salah satu konsep yang diperjuangkan Xiao adalah konsep ‘kepemilikan campuran,’  di mana ia menggunakan dana investasi dari sektor swasta untuk merevitalisasi sektor negara.

Dalam sebuah wawancara dengan SCMP pada tahun 2017, Xiao mengatakan dia percaya pada persaingan pasar, menyatakan bahwa “sintasan yang terbugar (survival of the fittest) adalah tema utama persaingan pasar.”

Kemudian, pada Mei 2019, Xiao diangkat menjadi kepala Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar.