Berita

 Network

 Partner

Xavier, Ropot Patroli
Xavier, Ropot Patroli/Doc. XDA

Xavier, Robot Patroli Intai Pelanggar Peraturan di Singapura

Berita Baru, Inovasi – Salah satu slogan yang populer di lingkungan kita ialah “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Semua tentu setuju jika pencegahan atau langkah antisipatif dilakukan sebelum hal yang tidak diinginkan benar-benar terjadi.

Namun, tidak sedikit kejadian yang tidak diinginkan terjadi begitu saja, meski langkah antisipatif dilakukan sebelumnya. Seolah hal itu sudah di luar kendali manusia.

Di era teknologi yang semakin maju, langkah pencegahan semakin akurat dan tepat guna. Salah satu contohnya ialah teknologi keamanan pengendara yang dipasang di mobil untuk mencegah kecelakaan.

Terbaru, ada robot patroli dengan teknologi mutakhir di Singapura, Xavier namanya. Xavier adalah robot beroda yang dilengkapi tujuh kamera dan satu layar besar. Lantas apa tugas Xavier?

Berita Terkait :  Canggih, Penyedot Debu ini Dilengkapi Laser ‘Pemburu Debu’

Singapura dikenal sebagai salah satu negara dan kota teraman di dunia. Namun di saat yang sama, Singapura juga merupakan negara dengan tingkat pengawasan publik tertinggi. Di sinilah peran Xavier diperlukan oleh Singapura.

Xavier diperkenalkan bulan lalu dalam program uji coba multi-lembaga terbatas, yang baru saja diperluas, menimbulkan kekhawatiran serius tentang privasi dan tingkat kontrol dan pemantauan yang dimiliki negara atas warga negara.

Xavier tugasnya berpatroli di area pejalan kaki dan merekam rekaman berbagai pelanggaran, mulai dari merokok di tempat yang tidak diperbolehkan, hingga kegagalan menjaga jarak sosial, parkir sepeda ilegal, atau saat skuter atau sepeda dikendarai di jalan setapak umum.

Berita Terkait :  Rusia Mencoba untuk Membuat Film di Luar Angkasa Perama

Badan negara yang membangun Xavier menyebutnya sebagai “undesirable social behavior” atau perilaku sosial yang tidak diinginkan. Sementara petugas nyata di ruang kontrol akan memiliki akses ke rekaman untuk meliha para pelanggar untuk kemudian diberikan hukuman sesuai peraturan yang berlakua di Singapura.

Menggunakan robot daripada petugas sebenarnya juga lebih nyaman: Xavier dapat mencegah penjajakan dan penjualan ilegal di area yang dipatroli, sehingga manusia nyata tidak perlu pergi ke lapangan untuk melakukannya.

Dilansir dari EruroNews, Aktivis digital mengatakan ini adalah langkah lain menuju invasi penuh privasi. Singapura telah memiliki lebih dari 90.000 kamera pengintai polisi dengan pengenalan wajah dan berencana untuk menggandakan jumlahnya dalam beberapa tahun.

Berita Terkait :  Khutbah Paskah: Paus Fransiskus Ungkapkan Hari-hari Kelam Pandemi Akan Berakhir

“Sekarang ada robot patroli yang berguling-guling di antara pejalan kaki – dan bagian terburuknya juga yang paling ironis: orang-orang bahkan tampaknya tidak terlalu mempermasalahkannya.” []