Warga Keluhkan Jalan Umum Dipatok Besi, Ini Respon Satpol PP Kota Depok

    Satpol PP Kota Depok saat melakukan peninjauan ke lokasi Jalan Umum yang dipatok besi untuk dijadikan lahan parkir, Selasa (23/02).

    Berita Baru, Depok – Warga Jalan Lingkungan Kober yang menghubungkan dua RW antar RW 20 dan 27 di Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, berbondong memprotes jalan umum yang dipatok oknum, sehingga jalan tersebut mengalami penyempitan, Selasa (23/02).

    Warga setempat yang berdomisili di RT 02/27 Kelurahan Baktijaya, Marsel menegaskan jalan umum yang dipatok sekitar lebar satu meter, dengan alasan banyak mobil yang parkir sehingga mengganggu akses jalan masuk para warga perumahan.

    “Sebelumnya patok ini tidak ada, baru beberapa belakangan ini di patok dengan bisa. Warga setempat heran karena ini masuk jalan umum. Apalagi jalan ini jadi akses satu-satunya ke TPU,” jelasnya.

    Informasi yang didapat beritabaru.co, penghuni perumahan memang sudah mempersalahkan berbagai kendaraan yang parkir di jalan tersebut, baik mobil, motor, sampai gerobak. Padahal warga setempat menilai jalan kober menjadi jalan umum yang berhak dilintasi siapa saja.

    “Parkiran itu tidak menggangu akses masuk warga ke perumahan tapi kenapa di patok, lalu patoknya digembok. Sekarang informasinya kalau warga yang mau parkir, harus izin dan di tarif perbulannya,” ungkap Marsel.

    Berita Terkait :  Game dan Aplikasi Kota Malang Serap 2.200 Tenaga Kerja

    Ketika dikonformasi, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny membenarkan jalan tersebut telah di patok.

    Hal tersebut dilontarkannya, setelah melakukan pendalaman di lokasi dan ternyata pemasang patok tersebut adalah pihak perumahan Villa Juanda dengan alasan lahan parkir sering menutup akses masuk perumahan.

    “Kami bersama kelurahan telah mengarahkan untuk mencabut patok yang menghalangi jalan, jika tidak petugas yang akan mencabut patok tersebut,” tegas Lienda.

    Lienda menyampaikan, akan terus mengusut kasus itu hingga tuntas supaya tidak terjadi gesekan antar warga yang pro dan kontra dikemudian hari.

    “Laporan dari tim yang ke lokasi, tidak ada pejabat lingkungan, baik RT RW dan pihak perumahan. Jadi kami minta untuk segera koordinasi ke pihak terkait,” tuturnya.

    Sementara, Petugas Keamanan Perumahan Villa Juanda yang enggan menyebut identitasnya, mengatakan bahwa pematokan bahu jalan yang menggunakan besi itu, memang permintaan salah seorang warga perumahan karena akses jalannya terganggu.

    “Saya hanya di suruh bang. Kalau lebih jelas tanya ke warga perumahan. Saya tidak bisa kasih tau panjang lebar,” tandasnya.

    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini