Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Wapres Ma'ruf Dukung Pemerintah Saudi Arabia Pelopori Gerakan Islam Wasathiyah

Wapres Ma’ruf Dukung Pemerintah Saudi Arabia Pelopori Gerakan Islam Wasathiyah



Berita Baru, Jakarta – Penerapan Islam Wasathiyah (Islam moderat) telah menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Saudi Arabia. Melalui penerapan nilai-nilai moderasi, diyakini dapat memberikan keselamatan untuk seluruh alam dan diperlukan seluruh masyarakat internasional.

Oleh karena itu, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin pun memberikan dukungannya atas peran Saudi Arabia yang telah berperan dalam gerakan ini.

“Bapak Wakil Presiden memberikan dukungannya, pemerintah Arab Saudi mengambil posisi terdepan dalam mempelopori gerakan Islam Wasathiyah ini,” kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, dikutip dalam keterangan persnya usai mendampingi Wapres menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluh Kerajaan Saudi Arabia, H.E. Dr. Abdullatif bin Abdulazis Al-Syaikh, Jumat (25/3/).

Zainut menyampaikan dalam pertemuan tersebut, Wapres mengenang sejarah para ulama Indonesia yang dahulu menuntut ilmu agama di Saudi Arabia. Ia menceritakan bahwa ilmu yang didapat sangat aplikatif untuk diimplementasikan di Indonesia dengan latar belakang masyarakat yang beragam.

“Bapak Wakil Presiden menyampaikan bahwa dulu ulama-ulama kita yang belajar di tanah suci, mereka adalah ulama-ulama yang kemudian memiliki santri-santri, murid-murid yang kemudian kembali ke Indonesia menyebarkan Islam secara damai dan juga diantara mereka menjadi pejuang-pejuang untuk melawan penjajah,” ungkap Zainut.

Di sisi lain, tambahnya, hal yang menjadi tema pembicaraan dalam pertemuan ini adalah tentang peningkatan kerja sama antara kedua negara. Wapres memandang kerja sama yang telah terjalin sejak lama harus dipertahankan dan di kembangkan pada aspek lainnya.

“Hubungan ini sudah menjadi hubungan yang cukup panjang dan Insya Allah ke depan akan ditingkatkan, baik dalam bentuk hubungan bilateral antara kedua negara dan juga untuk peningkatan dalam rangka membangun peradaban dunia,” imbuh Zainut.

Terkait penanganan pandemi Covid-19, Wapres memberikan apresiasi atas komitmen yang diberikan oleh pemerintah Saudi Arabia, sehingga penyelenggaraan umroh dapat berjalan dengan lancar. Ia pun berharap agar kondisi baik ini dapat terus berlanjut hingga musim haji nanti.

“Beliau juga menyambut baik atas penanganan Covid di Arab Saudi sehingga sekarang masyarakat Indonesia dan juga masyarakat dunia bisa melaksanakan ibadah umroh dengan leluasa. Mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan untuk nanti pada pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah Indonesia sangat mengharapkan selalu mudah-mudahan dalam musim haji tahun ini diberikan kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah haji,” terangnya.

Menutup keterangan persnya, Zainut menyampaikan Wapres juga menyambut baik rencana diselenggarakannya Muktamar Islami tingkat Asia, dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah dengan tema Khairah Ummah (sebaik-baiknya umat) yang sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat.

“Bapak Wakil Presiden memberikan arahan, ini menjadi tema yang penting untuk diperkuat, karena kita ingin mengembalikan kejayaan umat Islam, khairah ummah, seperti pada masa-masa zaman sebelumnya, pada zaman awal, yaitu pada zaman Rasulullah dan para sahabat,” pungkas Zainut.

Selain Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluh Kerajaan Saudi Arabia, hadir dalam pertemuan ini Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia Esam A. Abid Althagafi, Atase Agama Kedutaan Saudi Arabia Ahmad Bin Isa Al Hazimiy, Deputi Urusan Luar Negeri Awad Al Inzi, Direktur Urusan Islam Abdul Aziz Al Hamdan, dan Mohamed Abdulwahed Alarifi.

Sementara Wapres dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres Suprayoga Hadi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Masykuri Abdillah, serta Plh. Asisten Deputi Hubungan Luar Negeri Sekretariat Wapres Amri Kusumawardana.