Wapres Ma’ruf Amin: Vaksinasi Sejalan Dengan Agama Islam

Berita Baru, Jakarta – Pemerintah tengah melakukan uji klinis vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan pada jutaan masyarakat. Vaksin itu diadakan melalui kerjasama dengan negara-negara lain ataupun yang dikembangkan sendiri yakni vaksin Merah Putih.

Wakil Presiden Ma’aruf Amin memastikan bahwa vaksin yang akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia sudah melalui beberapa tahap uji klinis. Keberadaan vaksin bahkan sejalan dengan ajaran syariat Islam dan hadis-hadis nabi Muhammad SAW.

Hal ini juga kata Wapres Ma’ruf menjadi salah satu tujuan yang disyariatkan ajaran Islam, disebut maqashid asy-syariah yang memuat 5 hal. Menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan, dan menjaga akal.

“Lima hal ini dalam kondisi yang normal menjaga agama itu nomor satu. Nomor dua menjaga jiwa atau hifdzun nafs tapi dalam keadaan yang tidak normal seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor satu,” kata Wapres Ma’ruf, Jumat (16/10).

Lanjutnya karena menjaga jiwa tidak ada alternatifnya, tidak bisa digantikan yang lainnya. Maka harus diutamakan. Soal pengadaan vaksin oleh pemerintah, Wapres Ma’aruf mengatakan itu sebagai bentuk upaya ikhtiar untuk mencegah terjadinya suatu penyakit.

Berita Terkait :  Pemerintah Siapkan Protokol Pelaksanaan Vaksinasi

Program imunisasi menurut Wapres Ma’ruf adalah bagian dari upaya pengobatan. Berobat ada dua macam, yaitu kuratif dan preventif. Kuratif sudah terjadi diobati, lalu preventif sebelum terjadi. Imunisasi termasuk dalam upaya preventif atau pencegahan.

Ada dalil umum dalam agama Islam yang meminta umat Islam mempersiapkan lima hal sebelum datang lima hal. Wapres Ma’ruf menjelaskan bahwa pertama umat Islam harus bersiap pada masa mudanya sebelum melasa tua.

Kedua, persiapkan masa sehat sebelum sakit. Ketiga, persiapkan masa kaya sebelum miskin. Keempat, persiapkan masa luang sebelum sibuk. Kelima, persiapkan masa hidup sebelum mati.

Saat ini untuk pengadaan vaksin, Pemerintah sudah menerbitkan Keputusan Presiden No18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin. Tim ini diharapkan melakukan penyiapan, pendayagunaan, peningkatan kapasitas serta kemampuan nasional dalam mengembangkan vaksin.

Wapres Ma’aruf meminta masyarakat memberi dukungan kepada pemerintah untuk semua tahapan persiapan hingga pelaksaanaan vaksinasinya. Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Berita Terkait :  Dyah Roro Paparkan Pentingnya Partisipasi Kaum Muda di Parlemen

“Masyarakat bisa mengikuti informasi-informasi melalui keterangan resmi yang disampaikan pemerintah. Jangan percaya informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya,” kata Wapres Ma’ruf.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan