Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Wapres Carikan Solusi Pasar Ekspor Usaha Sarang Burung Walet di Gresik

Wapres Carikan Solusi Pasar Ekspor Usaha Sarang Burung Walet di Gresik

Berita Baru, Gresik – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin berkomitmen akan berupaya menembus pasar global pada 29 peternak dan pengusaha Sarang Burung Walet (SBW) yang berbasis UMKM di Gresik. Arahan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke PT. Husein Alam Indah, Jumat (30/9).

Untuk diketahui, PT. Husein Alam Indah yang berada di Desa Golokan Kecamatan Sidayu tersebut merupakan salah satu industri pengelolaan Sarang Burung Walet (SBW) yang mendapatkan pasokan dari para peternak.

Wapres berharap para pelaku industri sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya dengan baik, sehingga membawa manfaat dan maslahat bagi masyarakat.

“Pemerintah punya perhatian untuk memajukan perwaletan, baik dalam arti pengelolaan, pengolahan, maupun dalam arti pemasaran. Ini komitmen pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa industri SBW memiliki pasar yang luas bahkan hingga ke luar negeri, seperti Tiongkok. Namun sayangnya, untuk masuk ke Tiongkok saat ini syaratnya cukup rumit, sehingga sulit ditembus para eksportir.

“Saya tanya apakah karena khasiatnya berbeda, ternyata bukan soal khasiat, tetapi soal bentuk. Yang anehnya (ekspor) tidak bisa lewat negara lain, tetapi harus lewat Hong Kong, jadi harganya lebih rendah,” kata Wapres.

Untuk itu, dia meminta kepada para pelaku industri SBW agar menginventarisasi masalah-masalah hambatan ekspor yang ada secara detail dan segera menyampaikannya kepada pemerintah.

“Kita akan mencoba mencari jalan bagaimana agar bisa menembus (pasar Tiongkok). Dahulu bisa, tetapi belakangan tidak bisa (lagi),” ungkapnya.

Sembari mencari jalan keluar, tutur Wapres, pemerintah pun saat ini juga akan terus memperbaiki pengelolaan industri sarang burung walet.

“Yang penting pemerintah punya kemajuan dalam pengelolaannya dan kendala-kendala akan kita carikan jalan keluarnya,” tegasnya lagi.

Kemudian, Wapres mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan segala permasalahan teknis terkait industri SBW, ia akan segera mengoordinasikannya dengan kementerian/lembaga dan pihak terkait lainnya.

“Hal-hal yang masih menjadi kesulitan teknis, kita usahakan bersama. Saya nanti dengan Kementerian Pertanian dan pihak terkait, akan kami bicarakan. Saya berterima kasih, saya bisa tahu dan saya bisa melihat (masalahnya) di sini,” ujarnya.

Lebih jauh, pada kesempatan ini Wapres juga memberikan apresiasi kepada para pelaku industri SBW yang pengolahannya tidak mudah namun dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

“Saya senang karena saya bisa melihat pengolahannya tadi, (ternyata) sulit sekali. Katanya harus dilakukan pelatihan-pelatihan, sehingga mereka (pekerja) bisa (mengolahnya),” tuturnya.

Wapres pun mengharapkan generasi muda yang berusia produktif agar memiliki keahlian di segala bidang, termasuk kemampuan mengelola dan memanfaatkan potensi SBW.

“Kita memang ingin menguasai semua hal, perwaletan, apa saja. Makanya kita melakukan program pemerintah yaitu skilling, reskilling, dan upskilling. Jadi supaya SDM kita mempunyai keahlian-keahlian dan kita bisa memanfaatkan segala potensi yang oleh Allah SWT berikan kepada kita, termasuk walet itu,” jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebutkan, pemerintah daerah mendukung penuh para pelaku UMKM sarang burung walet. Hal ini terlihat melalui kemudahan dalam pengurusan izin dan legalitas usaha.

Kemudahan itu mulai dari sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pengajuan merek dagang, sertifikasi halal, sampai dengan Nomer Induk Berusaha (NIB) yang bisa diurus secara online.

“Bersama Bea Cukai kami saat ini melakukan pendampingan terhadap peternak SBW dan  UMKM lewat program Klinik Ekspor. Tujuannya agar peternak dan pengusaha SBW  Gresik mampu  menembus pasar global,” katanya.

Dalam prakteknya, program ini telah terbukti keampuhannya. Pada tahun 2021, nilai ekspor Gresik yang hanya tercatat USD 6.920,51 mengalami peningkatan pada periode yang sama tahun ini menjadi USD 34.154,56.

Tercatat ada 21 UMKM yang sudah melakukan ekspor, salah satunya adalah UMKM Birdnestjoy milik Uly Darojah yang bergerak di sektor minuman kesehatan dari sarang burung walet. Lewat Klinik Ekspor per Oktober 2021, Birdnestjoy telah ekspor ke Hongkong dengan total transaksi Rp 800 juta.