Wali Kota Surabaya Risma, Berbagi Pengalaman di Majelis Umum PBB

Risma PBB

Berita Baru, Jakarta – Pada hari pertama Climate Action Summits (CAS) yang dilaksanakan pada Senin, (23/09) di markas besar PBB, Tri Risma Harini tampil sebagai salah satu pembicara dalam sesi Live, Work and Move Green siang waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut Risma menyampaikan pengalaman selama menangani kota Surabaya terutama pada persoalan transportasi.

Dalam sesi tersebut, secara khusus Wali Kota Surabaya, membicarakan tindakan nyata pengurangan karbon dalam membangun lingkungan sehat dan sistem mobilitas berkelanjutan.

“Transportasi merupakan pusat kesejahteraan hidup masyarakat kami dalam menghadapi perubahan iklim,” seru Risma tanpa canggung, di hadapan para majelis umim PBB dengan menggunakan bahasa Inggris.

Menurutnya transportasi menyumbang sekitar 28 persen emisi gas rumah kaca untuk itu kami segera meluncurkan transportasi ramah iklim dan membuat inisiasi kebijakan pemerintah.

“kami meluncurkan angkutan kota yang bernama Suroboyo bus yang mana penumpang dapat membayar ongkos perjalanannya dengan botol plastik,” kata Risma.

Alasannya karena ia ingin mendorong masyarakat untuk beralih ke alat transportasi publik sekaligus juga upaya pengelolaan sampah.

Berita Terkait :  Terima UE-ASEAN, Jokowi Kritik Diskriminasi Kelapa Sawit RI

“kami membangun taman dan fasilitas pengendara agar orang mau beralih dari sepeda motor ke bus, kami juga memperbaiki trotoar jalan dan menyediakan ruang khusus sepeda di dalam bus kami,” ungkap Risma.

Upaya pembangunan kota yang telah dilakukan oleh Risma sejak tahun 2010 memperoleh berbagai pencapaian, salah satunya emisi karbon kota yang rendah.

“Kami di Surabaya telah melakukan penanaman jutaan pohon, membangun 475 taman publik, 132 hektar taman hijau, 46 hektar hutan kota, mengkonservasi 3871 hektar hutan bakau dan mempromosikan hari bebas mobil di akhir pekan,” katanya.

Pencapaian emisi gas yang rendah tidak lain adalah hasil dari penerapan 3R yaitu reduse, reuse dan recycle. Risma menyungkapkan bahwa ketiga konsep tersebut tidak hanya dilakukan pada tingkat pemerintahan kota saja namun juga sampai tingkat rumah tangga. Selain itu dikembangkan juga energi alternatif panel surya yang memanfaatkan panas matahari.

Ia kemudian membeberkan resep pemerintahannya “di Surabaya kami bekerja bersama masyarakat, warga kota, siswa, pemerintah, sektor privat, awak media, tentara, polisi dan pegawai bekerja sama membangun dan menjaga kota.”

Berita Terkait :  Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo Sepakat Ajukan PSBB

Disamping itu ia mengakui bahwa resep tersebut mungkin dikenal orang dengan sebutan pendekatan multi stakeholder. Risma yang mengenakan setelan khas berwarna gelap berbicara sekitar lima menit.

Pada sesi itu ia duduk bersama tokoh dunia seperti Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Presiden Turki Racep Tayyib Erdogen dan Presiden Bank Investasi Eropa Werner Hoyer.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan