Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut PSBB Total Tidak Efektif

Foto: Ayosemarang

Berita Baru, Jakarta — Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan, bahwa pihaknya tidak ingin mengikuti kebijakan yang diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menerapkan PSBB total di kotanya. Sebab, kata Bima Arya, PSBB total tidak efektif.

“Kita sudah hitung dan belajar dari pengalaman juga, PSBB total itu tidak efektif karena membutuhkan konsekuensi yang sangat besar. Satu, personel harus cukup, ini kan mengawasi semua satu kota tidak mudah, Pol PP kita nggak sampai 200. Ini kan juga butuh logistik,” teragnya, Jumat (11/9).

Lanjut Bima Arya, belum lagi harus menjamin ekonomi masyarakat yang tidak bisa bekerja di tengah pandem ini. Pihaknya menyebut Bogor sudah memilih untuk menjalankan PSBMK.

PSBMK, kata Bima Arya, terdiri dari beberapa kebijakan, misalnya pembatasan jam malam hingga pelibatan komunitas untuk mencegah adanya Coronavirus Disease atau COVID-19.

“Jadi menurut saya kita jalankan konsep Bogor yang sekarang ini kita sebut PSBMK, Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas. Jadi fokusnya adalah pembatasan aktivitas warga. Jadi penguatan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Mandatori B30, Pemerintah Jamin Harga Biosolar Tidak Naik

“Jadi tidak boleh berkumpul di atas jam 9 malam, pembatasan jam operasional di malam hari, memperkuat protokol kesehatan dengan melibatkan warga dan komunitas dan juga mengawasi secara ketat RW-RW merah di lapangan. Itu konsep kami. Kita arahnya tidak ke PSBB total,” tegas Bima Arya.

Mengenai rencana PSBB total di DKI Jakarta, Bima Arya mengaku sudah punya panduannya, dan melakukan komunikasi langsung dengan Anies. Dia menyebut PSBB total Jakarta masih akan difinalisasi oleh Gubernur Anies Baswedan.

Selain itu, Bima juga menerangkan bahwa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung penerapan PSBMK di Kota Bogor.

“Pak Gubernur Kang Emil mendukung apa yang sekarang diterapkan di Bogor, PSBMK, sudah pas,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan