Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, (Foto: Instagram pribadi Ninik).

Wakil Ketua Komisi IX DPR: Ayo Bantu Pemerintah

Berita Baru, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh adalah tokoh utama di Senayan yang paling kritis terhadap kebijakan pemerintah terkait penanganan COVID-19.

“Saya berusaha objektif, kalau kebijakan itu bagus saya akan apresiasi, bila menurut saya kurang pas tentu akan saya kritisi habis”. Tulis Nihayah dalam akun media sosial Instagram @ninikwafiroh miliknya, pada Rabu (25/3) dini hari.

Anggota Fraksi PKB asal Banyuwangi tersebut mengaku sedang mengurangi tensi kritiknya terhadap pemerintah, seiring merebaknya wabah Covid-19 seperti sekarang ini.

Pasalnya ia lebih memikirkan bagaimana bisa turut membantu penanganan wabah sesuai kapasitasnya sebagai legislator, bukan eksekutor.

“Saya ingin melakukan banyak hal, tapi saya terbentur dengan posisi saya sebagai legislator bukan eksekutor. Ahirnya ya saya bergerak sesuai dengan fungsi dan kapasitas saya”. Lanjut legislator yang populer dengan panggilan Nduk Nik tersebut.

Nihayah merasakan perasaan campur aduk ketika menjalani test corona dengan Swab di RSCM. Ia memikirkan betul nasib dokter perempuan muda yang memeriksanya, apakah berani pulang atau tidak? Ataukah pulang dengan kekhawatiran menjadi penular virus bagi keluarganya.

“Saya membayangkan bagaimana dia pasti tidak tenang setiap kali pulang karena takut dia tdk bersih betul, atau jangan-jangan malah tidak berani pulang? Saya tidak berani bertanya”. Tutur Nihayah.

Menurutnya Komisi IX DPR RI telah melakukan rapat virtual dengan Menteri Kesehatan Terawan dan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo pada hari Selasa (24/3) ia mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.10 WIB.

Legislator PKB tersebut mengaku kepikiran dengan dengan kondisi dua tokoh kunci penanganan COVID-19 tersebut.

Nihayah menduga kedua orang tersebut pasti tidak bisa tidur nyenyak dan sering tidak pulang, pun keluarganya pasti juga khawatir.

“Bagaimanapun keluarganya pasti tidak tenang. Beliau berdua sama dengan kita, manusia biasa”. Kata Nihayah.

Ia mengumpamakan dirinya ketika sudah masuk Jakarta, maka merasa takut untuk kembali ke Banyuwangi karena takut menjadi penular virus bagi keluarganya.

Oleh karena itu Nihayah menghimbau semua pihak untuk membantu pemerintah untuk melawan virus corona di Indonesia.

“Ayo bantu pemerintah, jangan hanya nyinyir saja. Ayo bantu pemerintah untuk lawan corona”. Tutupnya. [*]