Berita

 Network

 Partner

Waduh, RS Mitra Keluarga Margonda diduga Lakukan Mal Praktek

Waduh, RS Mitra Keluarga Margonda diduga Lakukan Mal Praktek

Berita Baru, Depok – Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Jalan Margonda Raya, Kota Depok diduga melakukan mal praktek terhadap pasien kecelakaan. Akibatnya, pasien bernama Excel Mattew Leander itu meninggal dunia, Selasa (25/05).

“Kayanya mal prakatek. Karena, masa rumah sakit sebesar itu tidak ada kamar mayat,” kata Ayah Excel, Leonard Martinus Leander, Rabu (02/06).

Leo menerangkan, anaknya diperbolehkan pulang setelah meninggal dunia. Padahal, biaya rumah sakit belum lunas sepenuhnya.

“Yang saya curiga dan saya gak puas itu biasanya, mau marah bagaimanapun kalo belum lunas pasien tidak boleh keluar. Karena, kita (Bayar, red),” ungkapnya.

Anehnya, Paman Excel, Arius Lekhenila membeberkan, keponakannya itu mengalami luka serius dibagian kepala. Namun, pihak rumah sakit beralasan bahwa alat untuk memeriksa kerusakan dibagian kepala itu sedang rusak sehingga, tidak dapat digunakan.

Berita Terkait :  Pemkab Siak Ajukan Tambahan Belanja Rp316,5 Miliar Dalam RAPBD Perubahan 2019

Dia mengakui, setelah keluarganya melakukan pembayaran uang muka sebesar 25 Juta. Setelah itu, pihak RS Mitra Keluarga Margonda Depok secara mendadak menyatakan siap untuk menjalani pemeriksaan.

“Awalnya, pihak rumah sakit mengatakan bahwa ct-scan sedang rusak. Namun, setelah kami melakukan pembayaran, tiba-tiba alat tersebut sudah ada dan dilakukan ct-scan kepada anak kami,” beber Arius.

Mengerikannya lagi, Arius menuturkan, keponakannya itu akhirnya diambil tindakan operasi karena, mengalami luka yang serius. Meski demikian, pihak Rumah Sakit tersebut tidak menyediakan obat yang dianggapnya paling penting.

Sehingga, keluarga Excel harus membeli obat tersebut secara online dan diantarkan menggunakan jasa ojek online.

Arius menyebutkan, setelah obat penting yang diantar ojek online itu sampai di RS Mitra Keluarga, keponakannya telah dinyatakan meninggal dunia.

Berita Terkait :  Antisipasi Kebocoran PAD, BKD Kota Depok Luncurkan Tapping Box

Untuk itu, Arius menyayangkan penanganan yang diambil pihak RS Mitra Keluarga Margonda Depok.

“Biaya di Rumah Sakit (Mitra Keluarga Margonda, red) itu mahal, tapi saya ambil kesimpulan bahwa penanganannya seperti di Puskesmas,” keluhnya.

“Darah yang dokter sedot, kenapa nawarin kita untuk bawa pulang itu kan termaksud limbah, kenapa harus dibawa pulang, kan gak masuk diakal,” lanjut Arius.

Lebih lanjut, Arius dan keluarga akan menggunakan cara persuasif dalam menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menemui pihak RS Mitra Keluarga Margonda untuk meminta keterangan atas kejanggalan penanganan yang telah dilakukan.

Namun, dia tak memungkiri, jika dalam upaya tersebut tidak ditemukan titik temu maka, anggota TNI disatuan Kostrad Cilodong itu akan membawanya ke jalur hukum.

Berita Terkait :  Tak Lagi Menjabat Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna : Dahulukan Kepentingan Umum