Berita

 Network

 Partner

Wadon Wadas Gigih Tolak Tambang
Aksi tolak tambang batuan andesit sebagai bahan material pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), Bendungan Bener, Kamis 8 April 2021. (Foto: Instagram Aksi Kamisan Jogja).

Wadon Wadas Gigih Tolak Tambang

Berita Baru, Yogyakarta – Wadon Wadas sebagai bagian dari Gerakan Masyakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) hadiri audensi di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO).

Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut penolakan warga Desa Wadas, Kec. Bener, Kab. Purworejo, Jawa Tengah terkait rencana pertambangan batuan andesit sebagai bahan material pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), Bendungan Bener.

Wadon Wadas menilai proyek tersebut berpotensi merusak alam dan kehidupan di Desa Wadas. Sebab demikiam, hingga hari ini tetap konsisten berjuang untuk melindungi Alam dan Kehidupan.

https://www.instagram.com/p/CNXooZHnXOH/?igshid=jqd3zea5q3uv

“Tanah adalah daging, air adalah darah, batu adalah tulang. Alam selayaknya manusia. Jika salah satu bagian hilang, rusaklah tatanan kehidupannya!,” ungkap Wadon Wadas, sebagaimana dikutip dari akun instagram @wadas_melawan, Rabu (7/4).

Berita Terkait :  Dugaan Kasus Korupsi Camat Duduksampeyan, APD Prihatin

Agenda menagih janji BBWS-SO itu digelar pada hari Kamis, 8 April 2021, di Kantor BBWS-SO, Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bukti perlawanan warga terhadap eksploetasi alam di kawasan Desa Wadas tidak cukup hanya dengan proses Audensi. Seperti yang diungkap akun Instagram @aksikamisanjogja, Wadon Wadas bersama para relawan juga menggelar aksi di Tugu Yogyakarta.

https://www.instagram.com/p/CNZvo9XBf_A/?igshid=1i6usrucdiae4

“Setelah beberapa waktu lingkungannya diganggu oleh pertambangan, mereka tidak gentar untuk terus mempertahankan penghidupan. Mereka yakin bahwa rakus tambang akan terus merusak jika tidak dihentikan,” tulisnya.

Menurutnya, sebagai sesama manusia harus ikut bersolidaritas melindungi lingkungan alam Wadas. “Sebab, ancaman tambang dan segala usaha perusakan lingkungan bisa datang kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja,” tukas Aksi Kamisan Jogja. (MKR)

Berita Terkait :  Ketum KONI Tuban Terima Penghargaan dari PWI