Vaksin COVID-19 Pertama Di Dunia Ada di Rusia Minggu Depan

Vaksin Covid-19

Berita Baru, Internasional – Pada hari Jumat (7/8), Wakil Menteri Kesehatan Rusia Oleg Gridnev mengatakan Rusia akan menjadi negara yang mendaftarkan vaksin COVID-19 pada 12 Agustus besok.

“Saat ini, tahap terakhir, ketiga, sedang berlangsung. Uji coba sangat penting. Kami harus memahami bahwa vaksin itu harus aman. Profesional medis dan lansia akan menjadi yang pertama mendapatkan vaksinasi,” kata Gridnev kepada wartawan di pembukaan gedung pusat kanker di kota Ufa, dilansir dari Sputnik.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan bahwa vaksinasi massal di Rusia diharapkan dimulai pada bulan Oktober dan semua biaya akan ditanggung oleh negara dan diambilkan dari APBN.

Menurut Gridnev, efektivitas vaksin akan dinilai ketika populasi sudah memiliki kekebalan.

Vaksin tersebut telah dikembangkan bekerjasama dengan Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia.

Data uji klinis dan dokumen lain pada vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute saat ini sedang dalam peninjauan ahli, dan keputusan pendaftaran akan dibuat berdasarkan hasilnya.

Berita Terkait :  Hamas Sebut akan Terjadi Intifada Ketiga Jika Israel Memperluas Wilayah

“Dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mendaftarkan vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Kesehatan, termasuk data uji klinis, sedang dalam kajian ahli. Keputusan pendaftaran akan dibuat berdasarkan hasil kajian,” kata Gridnev.

Vaksin COVID-19 Rusia yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia kini sedang menjalani uji klinis di dua institusi, yaitu Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko dan Universitas Kedokteran Negeri Moskow Sechenov.

Uji klinis vaksin dimulai pada 18 Juni dan melibatkan 38 sukarelawan. Vaksin itu memiliki dua komponen yang disuntikkan secara terpisah namun disuntikan bersama-sama. Dari dua komponen vaksin itu diharapkan dapat menciptakan kekebalan seseorang terhadap virus dalam jangka waktu yang panjang.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan