Berita

 Network

 Partner

USAID Indonesia Dukung Keterlibatan Masyarakat Sipil dalam Menghadapi Pandemi
Deputi Direktur Democratic Resilience & Governance USAID Indonesia, Anders Mantius saat memberi sambutan pembuka dalam Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari program LeaN ON, Senin (2/8). Foto: Youtube BNPB.

USAID Indonesia Dukung Keterlibatan Masyarakat Sipil dalam Menghadapi Pandemi

Berita Baru, Jakarta – Deputi Direktur Democratic Resilience & Governance USAID Indonesia, Anders Mantius mendukung upaya dari masyarakat sipil (civil society) dalam menghadapi pandemi terutama dalam penanganan COVID-19 terpadu, 3M, 3T, dan vaksinasi.

Hal itu ia sampaikan saat memberi sambutan pembuka dalam Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari program LeaN ON, Senin (2/8).

“Maka hari ini, kita akan belajar dari para pembicara yang akan berbagi dan membahas bagaimana Indonesia dapat mengatasi hambatan sosiologis dan peluang untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam salah satu bagian tak terpisahkan untuk penanganan COVID-19: Testing, Tracing, and Treatment, atau 3T untuk melengkapi pencegahan dan upaya vaksinasi,” ujarnya.

Berita Terkait :  KPU akan Melaksanakan PAW Komisioner di Daerah

LeaN On (Leaving No One behind) merupakan sebuah program Risk-Communication and Community Engagement (RCCE) yang diluncurkan sebagai inisiatif tambahan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan INVEST DM yang bertujuan untuk mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia.

Mulanya, USAID Indonesia sebagai pendonor utama program LeaN On, pihaknya melihat tim LeaN On dan promotor lokal secara adaptif menavigasi komunikasi risiko COVID-19 untuk kelompok rentan dan terpinggirkan di 30 kabupaten di enam provinsi di Indonesia sejak pertengahan tahun 2020 hingga Maret 2021.

“Selama waktu itu, lebih dari 520 promotor LeaN On dan koordinator lapangan memberikan informasi pencegahan dan dukungan sosial COVID-19, mengoreksi kesalahpahaman, mendengarkan keprihatinan lebih dari 160 ribu penyandang disabilitas dan orang-orang terpinggirkan, dan menyalurkan umpan balik tersebut kepada otoritas penanganan pandemi setempat,” imbuh Anders Mantius.

Berita Terkait :  Gubernur NTB Ajak BEM dan OKP Kolaborasi Tangani Pandemi Covid-19

Atas hasil tersebut, USAID Indonesa merasa senang mengetahui bahwa ketekunan dari tim LeaN On dan para promotor hingga muncul peningkatan persepsi risiko dan perilaku pencegahan di antara peserta program LeaN On, terutama dalam penggunaan masker dan cuci tangan pakai sabun.

“Kami berharap pekerja sosial LeaN On dan relawan lain yang telah memperoleh lebih banyak keterampilan dan pengalaman dalam penjangkauan dan komunikasi masyarakat akan terus menggunakan kompetensi mereka sebagai anggota organisasi masyarakat sipil, organisasi kesejahteraan sosial, atau organisasi manajemen risiko bencana,” ujar Anders Mantius.

Akan tetapi, setelah satu setengah tahun pandemi, ternyata masih banyak tantangan yang harus dihadapi di depan mata, termasuk bagi kelompok yang terpinggirkan karena hambatan sosial budaya dan faktor ekonomi. Selain itu, varian virus baru juga menambah kerumitan penanganan pandemi.

Berita Terkait :  Momentum Satu Tahun Program LeaN On by INVEST DM, Mercy Corps Indonesia dan CISDI Dorong Penguatan Puskesmas Hadapi Pandemi

“Oleh karena itu, USAID dengan senang hati mendukung Webinar ini. Kami berharap Anda akan mendapat manfaat dari perspektif dan pengalaman yang kaya dan menggunakannya dalam upaya Anda untuk memerangi pandemi ini sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat,” pungkas Anders Mantius.