Berita

 Network

 Partner

Satgas Covid-19
Tangkapan layar Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi video, Senin (9/11).

Usai Libur Panjang, Satgas Covid-19 Klaim Kasus di Indonesia Relatif Terkendali

Berita Baru, Jakarta – Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim kasus Covid-19 nasional relatif terkendali meskipun ada libur panjang.

“Kita sudah pengalaman dengan beberapa libur panjang mulai dari Idul Fitri, Idul Adha,” kata Wiku dalam konferensi video Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Pangan, Senin (9/11).

Meskipun demikian, Wiku mengaku ada peningkatan kasus cukup besar pada saat libur panjang hari Kemerdekaan Republik Indonesia di bulan Agustus lalu.  

Wiku mengatakan secara nasional angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia adalah 12,52 persen. Sedangkan di dunia kasus aktif mencapai 26,79 persen. Artinya angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih rendah dan selisihnya mencapai 14,27 persen.

Berita Terkait :  Mulai Oktober, Thailand Izinkan Turis Tinggal Lebih Lama

Menurut Wiku, hal ini merupakan prestasi nasional baik itu masyarakat maupun pemerintah bisa bersama-sama mengendalikan kasus Covid-19. Jumlah kasus kesembuhan Covid-19 di Indonesia juga mengalami kenaikan yakni pada hari ini sudah 84,14 persen. Sedangkan di dunia mencapai 70,71 persen dan selisihnya 13,4 persen. 

“Sedangkan kematiannya kasus meninggalnya kita 3,4 persen sedangkan di dunia 2,5 kita masih sedikit di atas global yaitu 0,84 persen,” ujar Wiku.

Selain itu, Wiku mengaku pada saat libur panjang memang terjadi penurunan kasus. Namun, menurutnya hal tersebut terjadi karena jumlah pemeriksaannya pun juga menurun. 

Biasanya, kata Wiku, kenaikan kasus terjadi pada 10-14 hari setelah libur panjang. Menurutnya, jika tidak terjadi kenaikan, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat berjalan dengan baik.

Berita Terkait :  Populasi Penduduk Terus Meningkat, Jokowi: Pengembangan Sektor Pangan Butuh Cara-Cara Baru

Lebih lanjut Wiku mengantisipasi perbatasan negara yang rawan keluar-masuk setiap orang, terutama pekerja migran serta jemaah umroh yang akan kembali ke Indonesia.

Oleh sebab itu, penerapan karantina dan testing swab harus dilakukan dengan baik agar tidak ada impor cases ke Indonesia. 

“Harusnya terjaga karena kita sudah berpengalaman 8 bulan bekerja sama dan prestasi ini adalah prestasi bersama bangsa Indonesia,” kata Wiku.