Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Eiichiro Oda (sumber: t-2.tstatic

Upaya Eiichiro Oda Mendobrak Standard Kebenaran Melalui Serial One Piece

Berita Baru, Manga – Serial anime asal Jepang One Piece menjadi salah satu anime terpopuler di dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai karya luar negeri, berbagai nilai dan konsep yang tersirat di dalamnya sama sekali berbeda dengan nilai dan konsep yang berlaku di Indonesia. Namun apa sebenarnya yang membuat One Piece begitu digandrungi penggemar Indonesia?

Rupanya, anime One Piece tidak saja berbeda dengan nilai moral yang berlaku di Indonesia, namun juga berkebalikan dengan nilai yang diamini masyarakat dunia. Eiichiro Oda, penulis One Piece, menempatkan bajak laut topi jerami sebagai tokoh utama yang baik dan suka menolong. Hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang selama ini diketahui masyarakat umum bahwa bajak laut selalu berarti perompak, dan jahat. Meski demikian, Oda juga menggambarkan bajak laut jahat sebagaimana Big Mom dan Kaido misalnya.

Di sisi lain, Oda menampilkan Pemerintah Dunia sebagai tokoh antagonis. Pemerintah Dunia yang selalu menghalang-halangi terungkapnya sejarah dari abad yang hilang, dan yang banyak bekerjasama dengan bajak laut yang jahat. Sikap dan kebijakan-kebijakan Pemerintah Dunia menciptakan spekulasi bahwa mereka tengah menutupi kebusukan sendiri. Hal tersebut tercermin dari upaya Pemerintah Dunia membumihanguskan seluruh cendekiawan Ohara yang tengah meneliti sejarah dari abad yang hilang.

Ungkapan lama yang mengatakan bahwa sejarah hanya milik para pemenang tergambarkan dalam serial One Piece. Melalui One Piece, Oda Sensei seolah ingin menyentil kaum moralis yang hanya melihat segala sesuatu secara hitam putih. Dalam arc Wanokuni misalnya, Kozuki Oden digambarkan sebagai penjahat dan sebaliknya, kelompok Kaido digambarkan sebagai pahlawan. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.

Kozuki Oden sebenarnya merupakan samurai asli Wano, pemimpin negeri Wano yang baik dan dicintai rakyatnya. Selama dipimpim Oden, rakyat sejahtera dan bahagia. Sebaliknya, pihak Kaido lah yang merusak kedamaian negeri Wano. Kaido mendirikan pabrik-pabrik, menggunduli hutan dan membuat lingkungan tercemar. Selain itu, mereka juga mempekerjakan rakyatnya dengan eksploitasi besar-besaran sehingga merugikan rakyat Wano.

Kebenaran di negeri Wano dijungkir balikkan, dan sejarah di rekayasa, salah satunya melalui lembaga pendidikan. Setelah 20 tahun kekalahan Oden, dan pendidikan di cekoki sejarah palsu, maka kebohongan dipercaya dan menjadi kebenaran.

Upaya Eiichiro Oda Mendobrak Standard Kebenaran Melalui Serial One Piece
Oden vs Kaido (sumber: greenscene)

Serial One Piece di beberapa bagian termasuk di arc Wanokuni, menampilkan berbagai hal yang terjadi di dunia nyata namun tak mampu terungkap ke ranah publik. Serial One Piece, kendati menggunakan baju bajak laut, namun pada dasarnya membela sisi-sisi kemanusiaan. Dan inilah nilai universal yang dianut di Indonesia dan belahan bumi manapun.