Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

UE Dukung Prancis dalam Sengketa Kapal Selam, Apakah AS Akan kembali?
Foto: Reuters/Yves Herman.

UE Dukung Prancis dalam Sengketa Kapal Selam, Apakah AS Akan kembali?

Berita Baru, New York – Para menteri luar negeri Uni Eropa menyatakan dukungan dan solidaritas kepada Prancis terkait pembatalan pesanan kapal selam senilai 40 miliar dolar Australia dengan Paris demi kesepakatan AS dan Inggris.

Dukungan itu dinyatakan di sela-sela pertemuan tahunan para pemimpin dunia PBB, di New York Senin (20/9) kemarin.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa Uni Eropa sekarang butuh banyak kerja sama untuk mencapai kawasan Indo-Pasifik yang stabil dan damai.

“Lebih banyak kerja sama, lebih banyak koordinasi, lebih sedikit fragmentasi diperlukan”, ungkapnya, dikutip dari Reuters.

Australia mengatakan pekan lalu membatalkan pesanan kapal selam konvensional dari Prancis dan malah membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi AS dan Inggris setelah menjalin kemitraan keamanan dengan negara-negara tersebut dengan nama AUKUS.

“Tentu saja, kami terkejut dengan pengumuman ini,” kata Borrell.

Keputusan itu membuat marah Prancis. Pada Senin (20/9) kemarin di New York, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian bahkan menuduh Presiden Joe Biden melanjutkan tren pendahulunya Donald Trump tentang ‘unilateralisme, ketidakpastian, kebrutalan, dan tidak menghormati mitranya.’

Pada gilirannya, AS juga tengah berusaha meredakan kemarahan di Prancis sebagai sekutu lama dan sekutu NATO. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Joe Biden akan berbicara di telepon dalam beberapa hari ke depan.

“Kami adalah sekutu, kami berbicara dan tidak menyembunyikan strategi yang berbeda. Itu sebabnya ada krisis kepercayaan,” kata Le Drian. “Jadi semua itu perlu klarifikasi dan penjelasan. Mungkin butuh waktu.”

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pada hari Senin bahwa dia mengharapkan Biden untuk ‘menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja dengan salah satu mitra tertua dan terdekat kami dalam berbagai tantangan yang dihadapi komunitas global’ ketika dia berbicara dengan Macron.

Tidak jelas apakah perselisihan itu akan berimplikasi pada putaran pembicaraan perdagangan UE-Australia berikutnya, yang dijadwalkan 12 Oktober. Borrell bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne di New York pada hari Senin.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan bahwa dia merasa sulit untuk memahami langkah Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Mengapa? Karena dengan pemerintahan Joe Biden yang baru, Amerika kembali. Ini adalah pesan bersejarah yang dikirim oleh pemerintahan baru ini dan sekarang kami memiliki pertanyaan. Apa artinya – Amerika kembali? Apakah Amerika kembali ke Amerika atau di tempat lain? Kami tidak tahu,” katanya kepada wartawan di New York.

Jika China adalah fokus utama bagi Washington maka ‘sangat aneh’ bagi Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Australia dan Inggris, katanya, menyebutnya sebagai keputusan yang melemahkan aliansi transatlantik.

Pejabat tinggi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa akan bertemu di Pittsburgh, Pennsylvania, akhir bulan ini untuk pertemuan perdana Dewan Perdagangan dan Teknologi AS-UE yang baru dibentuk, tetapi Michel mengatakan beberapa anggota UE mendorong agar ini ditunda. .